AMERIKA - Wall Street tengah menjadi saksi dari salah satu pendakian paling fenomenal dalam sejarah startup. OpenAI, perusahaan yang berawal dari laboratorium nirlaba dengan cita-cita luhur, kini meledak menjadi perusahaan swasta paling bernilai di muka bumi, menggeser dominasi raksasa antariksa SpaceX milik Elon Musk.
Sebuah kesepakatan baru yang ditandatangani investor global telah melambungkan valuasi OpenAI ke angka yang sulit dibayangkan: USD500 miliar atau setara Rp8.000 triliun (dengan kurs Rp16.000 per dolar).
Angka ini secara telak menyalip valuasi SpaceX yang terakhir ditaksir berada di kisaran USD400-USD425 miliar (sekitar Rp 6.400 - Rp 6.800 triliun), sekaligus menobatkan OpenAI sebagai pemain utama dalam revolusi kecerdasan buatan (AI) global.
Valuasi fantastis ini ditetapkan melalui penjualan saham karyawan (secondary sale) senilai total USD6,6 miliar (sekitar Rp105,6 triliun).
Deretan investor kelas kakap yang berebut saham ini antara lain SoftBank, Thrive Capital, Dragoneer Investment Group, MGX dari Abu Dhabi, dan T. Rowe Price.
Menariknya, OpenAI sebenarnya mengizinkan penjualan saham karyawan hingga senilai USD10 miliar (Rp160 triliun), namun para orang dalam memilih untuk menjual lebih sedikit.
Ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka masih sangat percaya pada prospek jangka panjang perusahaan, meskipun valuasinya sudah meroket gila-gilaan.
Untuk memahami betapa gilanya pertumbuhan ini, lihat saja perjalanannya. Valuasi OpenAI telah meroket lebih dari tiga kali lipat hanya dalam 12 bulan terakhir. Angka Rp8.000 triliun saat ini merupakan lompatan kuantum dari USD300 miliar (Rp 4.800 triliun) pada bulan Maret, dan dari USD157 miliar (Rp 2.512 triliun) pada Oktober 2024.
Di balik ledakan ini adalah gelombang investasi yang dahsyat. Sejak komitmen awal Microsoft sebesar USD1 miliar (Rp 16 triliun) pada 2019 yang kemudian membengkak menjadi lebih dari USD13 miliar (Rp 208 triliun), OpenAI telah menjadi magnet bagi hampir semua pemain besar di dunia keuangan dan teknologi.
SoftBank telah memimpin beberapa putaran pendanaan raksasa, termasuk dorongan pembiayaan USD40 miliar (Rp 640 triliun) awal tahun ini. Yang terbaru, produsen chip Nvidia bahkan berjanji akan menginvestasikan hingga USD100 miliar (Rp 1.600 triliun) di tahun-tahun mendatang.
Mesin Uang yang Terus 'Bakar Duit'
Pendapatan OpenAI sejalan dengan valuasinya yang meroket. Perusahaan ini menghasilkan USD4,3 miliar (Rp68,8 triliun) hanya dalam paruh pertama tahun 2025 dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai USD13 miliar (Rp208 triliun) pada akhir tahun.
Namun, di balik pendapatan fantastis itu, perusahaan ini masih merugi besar. CEO Sam Altman memperingatkan bahwa untuk melatih model AI canggih seperti GPT-5 dan sistem video Sora, diperlukan sumber daya komputasi yang luar biasa besar, yang mungkin pada akhirnya menelan modal hingga triliunan dolar.
Analis memperkirakan OpenAI mungkin tidak akan mencapai arus kas positif hingga akhir dekade ini, di mana mereka perlu pendapatan sekitar USD125 miliar (Rp2.000 triliun) per tahun.
Perang AI, Gugatan Hukum, dan Drama Internal
Kebangkitan OpenAI bukannya tanpa tantangan. Persaingan semakin memanas. Anthropic, yang didukung oleh Amazon dan Google, sudah bernilai USD183 miliar (Rp 2.928 triliun). Meta juga secara agresif merekrut para peneliti top untuk tim "superintelligence" mereka.
Secara internal, OpenAI sedang bernegosiasi dengan Microsoft untuk mengubah struktur perusahaan menjadi entitas komersial sepenuhnya. Rencana ini ditentang keras oleh salah satu pendirinya, Elon Musk, yang telah mengajukan gugatan hukum. Musk menuduh CEO Sam Altman telah mengkhianati misi awal nirlaba dengan menerima miliaran dolar dari para investor.
Daftar 10 Startup Paling Bernilai di Dunia (Oktober 2025)
Berikut adalah jajaran perusahaan swasta (startup) dengan valuasi tertinggi di dunia saat ini:
1. OpenAI (AS) - Pengembang ChatGPT dan pemimpin revolusi AI.
Valuasi: USD500 Miliar (Rp 8.000 Triliun)
2. SpaceX (AS) - Perusahaan antariksa milik Elon Musk.
Valuasi: USD400 Miliar (Rp 6.400 Triliun)
3. ByteDance (China) - Perusahaan induk dari aplikasi video pendek, TikTok.
Valuasi: USD220 Miliar (Rp 3.520 Triliun)
4. xAI (AS) - Perusahaan AI milik Elon Musk, pengembang chatbot Grok.
Valuasi: USD200 Miliar (Rp 3.200 Triliun)
5. Anthropic (AS) - Pesaing utama OpenAI yang didukung Amazon & Google.
Valuasi: USD183 Miliar (Rp 2.928 Triliun)
6. Ant Group (China) - Perusahaan fintech raksasa milik Jack Ma dan Alibaba.
Valuasi: USD150 Miliar (Rp 2.400 Triliun)
7. Reliance Retail (India) - Jaringan ritel raksasa dari India.
Valuasi: USD143 Miliar (Rp 2.288 Triliun)
8. Databricks (AS) - Perusahaan analitik data berbasis cloud.
Valuasi: USD100 Miliar (Rp 1.600 Triliun)
9. Shein (China) - Platform fast fashion online yang mendunia.
Valuasi: USD66 Miliar (Rp 1.056 Triliun)
10. Stripe (AS) - Perusahaan startup di bidang pembayaran digital.
Valuasi: USD65 Miliar (Rp1.040Triliun)
(dan)