JALUR GAZA - Hamas merinci syarat-syarat utamanya dalam perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung di Mesir. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan delegasinya berusaha "mengatasi semua hambatan" guna mencapai kesepakatan yang memenuhi "aspirasi rakyat kami di Gaza".
Barhoum menjabarkan tuntutan utama Hamas sebagai berikut: Gencatan senjata permanen dan menyeluruh; Penarikan penuh pasukan Israel dari seluruh Gaza; Masuknya bantuan kemanusiaan dan pertolongan tanpa batas; Pemulangan pengungsi ke rumah mereka; Dimulainya segera proses rekonstruksi penuh, yang diawasi oleh badan teknokrat nasional Palestina; Kesepakatan pertukaran tahanan yang adil.
Barhoum menuduh, “Netanyahu berusaha menghalangi dan menggagalkan putaran negosiasi saat ini, sebagaimana ia telah sengaja menggagalkan semua putaran sebelumnya."
"Meskipun kekuatan militer brutal, dukungan tak terbatas, dan kemitraan penuh Amerika dalam perang pemusnahan di Gaza, mereka belum dan tidak akan berhasil mencapai citra kemenangan yang palsu," ujar Barhoum.
Sementara itu, Gideon Levy, kolumnis untuk surat kabar Israel Haaretz, mengatakan meskipun rencana terbaru untuk Gaza dapat mengarah pada penghentian permusuhan, harapan untuk solusi politik yang lebih luas tetap redup tanpa tindakan tegas dari Amerika Serikat (AS).
"Ada harapan," ujar Levy kepada Al Jazeera, ketika ditanya apakah proposal tersebut dapat menghentikan pertempuran.
"Tetapi jika Anda bertanya kepada saya tentang solusi lebih lanjut atau lebih besar, saya pikir kita masih sejauh ini sebelum perjanjian ini," tegas dia.
Levy mengatakan setiap kemajuan menuju pengakhiran pendudukan atau mencapai negara Palestina yang layak akan bergantung pada intervensi tegas dari AS.
"Anda tidak akan melangkah lebih jauh kecuali presiden Amerika cukup tegas, yang saya ragukan," tambah Levy.
"Dia tampaknya juga tidak antusias dengan solusi dua negara – jadi tanpa tekanan Amerika, tidak akan ada yang bergerak," tegas dia.
Baca juga: Israel Mencapai Titik Tak Bisa Kembali dalam Perang Gaza (sya)