JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI
Saan Mustopa meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU)
Dody Hanggodo melakukan koordinasi lintas kementerian, sebelum membangun musala Ponpes Al Khoziny memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN. Menurutnya, Menteri PU harus melakukan koordinasi di tingkat eksekutif maupun dengan legislatif.
"Tentu itu harus dibicarakan dulu dengan minimal di tingkat kementerian, di tingkat pemerintahan. Yang kedua tentu dengan DPR juga tentu bicara khususnya dengan Komisi V," kata Saan seusai menghadiri kegiatan Donor Darah Konsisten Membawa Arus Perubahan yang digelar Partai NasDem, di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2025).
Menurut Saan, koordinasi itu penting agar penggunaan APBM untuk membangun musala
Ponpes Al Khoziny yang ambruk, tak menuai polemik di kemudian hari. Apalagi, ia menilai rencana pembangunan kembali musala Ponpes Al Khoziny terbilang baik.
Baca Juga: Update Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, 50 Korban Teridentifikasi "Tapi kalau misalkan ada polemik kan kasihan pesantrennya juga, jadi yang akan menjadi ini kan pesantrennya juga," tutur Saan.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, pihaknya akan membangun kembali musala Ponpes Al Khoziny yang ambruk dan menewaskan 67 santri beberapa waktu lalu. Ia memperkirakan, biaya pembangunan ulang lebih murah dibanding memperbaiki struktur gedung.
Meski begitu, ia masih menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun gedung ponpes dari awal. Namun, Dody menyebut pembangunan itu akan dibiayai APBN, meski terbuka peluang bagi pihak swasta untuk ikut membantu.
"Kalau soal anggaran, insyaallah cukuplah, insyaallah. Cuman dari APBN, tapi tidak menutup kemungkinan juga ada bantuan dari swasta. Cuma, sementara waktu dari APBN," ujar Dody, Selasa (7/10/2025).
Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, dirinya belum menerima detail maupun usulan resmi terkait wacana penggunaan APBN untuk membangun atau merehabilitasi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. "Saya baru baca di media aja," kata Purbaya saat media gathering via Zoom, Jumat (10/10/2025).
(zik)