JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) merespons wacana pembangunan ulang
Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur yang ambruk dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, wacana ini justru menimbulkan pro kontra di masyarakat.
Wacana ini pertama kali diungkap Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan dana pembangunan juga bisa diperoleh dari pihak swasta.
“Al-Khoziny khusus, nah itu masih kita kaji sumbernya dari mana, apakah dari PU, atau dari Kementerian Agama, atau dari pihak lain, sedang kita pelajari,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).
Baca juga : Update Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, 50 Korban Teridentifikasi Kamaruddin menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa Ponpes Al-Khoziny dan menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola dan standar bangunan pesantren di Indonesia.
“Jadi momentum untuk kita melakukan langkah-langkah perbaikan ke depan. Mudah-mudahan bisa menjadi a blessing in disguise. Jadi dengan peristiwa Al-Khoziny kemarin semua pihak menjadi terbuka,” katanya.
Kamaruddin menambahkan, pada Selasa, 14 Oktober 2025, Menteri Agama dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Menteri PU dan Menteri Dalam Negeri. Kerja sama itu akan mencakup langkah-langkah teknis untuk memperkuat pengawasan dan standar keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kementerian PU Bakal Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny Sidoarjo “Jadi ke depan akan menjadi perhatian serius kementerian agama bersama kementerian lain untuk memastikan peristiwa Al-Khoziny itu tidak lagi terulang. Misalnya dalam pemberian izin pesantren atau lembaga pendidikan. Saya membayangkan ke depan kita membutuhkan ada dokumen yang menyatakan bahwa bangunan yang ada di situ layak,” kata Kamaruddin.
Menurutnya, Kemenag bersama Kementerian PU, pemerintah daerah, dan instansi terkait akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi fisik pesantren secara bertahap. Review akan difokuskan lebih dulu pada pesantren besar, tua, atau yang memiliki jumlah santri banyak.
“Kita bersyukur kementerian agama tidak sendirian lagi sekarang. Jadi banyak pihak yang kemudian turut menyoroti, bahkan alhamdulillah Presiden kita bersyukur, bangga sekali dengan Pak Presiden langsung merespon, langsung memerintahkan Menteri, Menko untuk melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memastikan pesantren itu bangunannya aman,” ucapnya.
(cip)