floating-Saham Xiaomi Anjlok...
Saham Xiaomi Anjlok 8,7%: Pintu Elektronik SU7 Diduga Jadi Perangkap Maut dalam Kecelakaan Fatal
Saham Xiaomi Anjlok...
Saham Xiaomi Anjlok 8,7%: Pintu Elektronik SU7 Diduga Jadi Perangkap Maut dalam Kecelakaan Fatal
Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:32 WIB
CHENGDU, CHINA - Sentimen negatif investor menghantam raksasa teknologi China, Xiaomi Corp, di lantai bursa Hong Kong pada hari Senin.

Harga saham perusahaan anjlok hingga 8,7%, menandai kejatuhan harian paling tajam sejak April, sebelum ditutup dengan pelemahan lebih dari 5%.

Aksi jual masif ini dipicu oleh kecelakaan fatal di Chengdu, China, pada 13 Oktober, yang melibatkan sedan listrik andalan mereka, Xiaomi SU7, di mana fitur pintu elektronik modern diduga gagal berfungsi dan memerangkap pengemudi di dalam mobil yang terbakar.

Insiden tragis yang menewaskan seorang pria berusia 31 tahun bernama Deng ini secara brutal mengekspos risiko keselamatan fundamental pada tren desain gagang pintu elektronik yang dipopulerkan oleh Tesla dan kini diadopsi secara luas oleh industri kendaraan listrik (EV).

Kronologi Insiden dan Kegagalan Sistemik

Saham Xiaomi Anjlok...

Kecelakaan terjadi di Tianfu Avenue, Chengdu, ketika sebuah Xiaomi SU7 terbakar hebat setelah menabrak median jalan.

Laporan dan rekaman video dari saksi mata menunjukkan pemandangan mengerikan di mana sejumlah warga berusaha menyelamatkan pengemudi namun gagal.

Pintu kendaraan tidak dapat dibuka dari luar, dan upaya memecahkan kaca jendela samping pun tidak berhasil.

Tim penyelamat yang tiba di lokasi akhirnya mengerahkan alat pemadam kebakaran, namun pengemudi tidak dapat diselamatkan.

Kepolisian Chengdu menyatakan bahwa korban, Deng, diduga mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Namun, penyebab utama kematian dilaporkan adalah kegagalan korban untuk keluar dari kabin karena pintu elektrik tidak berfungsi pasca-kecelakaan, mengubah teknologi yang seharusnya memberi kemudahan menjadi sebuah perangkap fatal.

Estetika Mengorbankan Nyawa?

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi narasi inovasi Xiaomi dan memicu kritik tajam terhadap seluruh industri EV.

Gagang pintu rata bodi (flush door handles) yang diperkenalkan Tesla pada Model S tahun 2012, awalnya diadopsi karena alasan estetika dan klaim efisiensi energi. Namun, sistem ini sepenuhnya bergantung pada sensor dan listrik.

Saat terjadi kecelakaan hebat yang merusak sistem kelistrikan atau memicu kebakaran, pintu ini berisiko terkunci permanen dari luar.

Meskipun produsen menyertakan tuas pelepas manual di bagian dalam kabin, fitur tersebut sama sekali tidak berguna bagi tim penyelamat eksternal dan sulit dijangkau oleh penumpang yang panik atau cedera.

Insiden ini secara gamblang menunjukkan bahwa prioritas pada estetika minimalis dan penghematan biaya manufaktur berpotensi mengorbankan standar keselamatan paling dasar.

Regulator global mulai menyadari bahaya ini.

Di China, media melaporkan pada akhir September bahwa negara tersebut sedang mempertimbangkan larangan total terhadap gagang pintu elektronik.

Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) telah meluncurkan investigasi terhadap sekitar 174.000 unit Tesla Model Y atas laporan kegagalan fungsi gagang pintu serupa.

Insiden ini, yang merupakan kecelakaan fatal kedua yang melibatkan SU7 tahun ini, dipastikan akan meningkatkan pengawasan regulator dan publik terhadap keamanan fitur-fitur canggih pada kendaraanlistrikmodern.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Xiaomi Kunlun EREV,...
Xiaomi Kunlun EREV, SUV Tiga Baris Mulai Tes Jalan