GAZA - Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyerahkan jenazah empat sandera Israel pada hari Senin (13/10/2025) berdasarkan perjanjian gencatan senjata Gaza.
Militer Israel mengatakan pasukannya menerima dua peti mati yang dikumpulkan oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dari Hamas.
Militer mengatakan Palang Merah menerima dua peti mati lagi dan sedang menyerahkannya kepada pasukan Israel.
Hamas sebelumnya mengatakan akan menyerahkan jenazah empat sandera kepada Palang Merah berdasarkan tahap pertama rencana gencatan senjata Gaza.
Sayap bersenjata kelompok tersebut, Brigade Qassam, mengatakan jenazah Guy Illouz, Yossi Sharabi, Bipin Joshi, dan Daniel Perez akan diserahkan.
Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup pada Senin pagi dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina berdasarkan tahap pertama perjanjian gencatan senjata Gaza.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama dari rencana yang ia susun pada 29 September untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, membebaskan semua tawanan Israel dengan imbalan tahanan Palestina, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh Jalur Gaza.
Tahap pertama kesepakatan tersebut mulai berlaku pada hari Jumat.
Tahap kedua dari rencana tersebut menyerukan pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa partisipasi Hamas, pembentukan pasukan multinasional, dan pelucutan senjata Hamas.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 67.800 warga Palestina di daerah kantong tersebut, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan membuat daerah tersebut sebagian besar tidak layak huni.
Baca juga: Israel Pangkas Bantuan ke Gaza, Trump Ancam Pelucutan Senjata Hamas dengan Kekerasan (sya)