floating-Kementerian HAM-BPW...
Kementerian HAM-BPW Indonesia Perkuat Literasi Hak Asasi Manusia di Kalangan Pelajar
Kementerian HAM-BPW...
Kementerian HAM-BPW Indonesia Perkuat Literasi Hak Asasi Manusia di Kalangan Pelajar
Rabu, 15 Oktober 2025 - 17:27 WIB
BANTEN - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Business Professional Women (BPW) Indonesia serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten perkuat literasi, kesadaran hukum, dan nilai-nilai kemanusiaan di kalangan pelajar. Termasuk memperluas jaringan gerakan pemberdayaan perempuan di tingkat daerah.

Hal itu dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Pengukuhan Presiden BPW Club Banten di SMA Kristen Penabur Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala SMA Kristen Penabur Bintaro Jaya Yanner mengapresiasi kehadiran para tokoh dan pentingnya edukasi HAM di lingkungan sekolah. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Presiden BPW Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai HAM sejak dini. “Sekolah adalah ruang yang sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda. Dengan pemahaman HAM yang kuat, siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap keadilan, kesetaraan, dan kebebasan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dikukuhkan Presiden BPW Club Banten Irna Narulita. Irna yang juga dikenal sebagai tokoh perempuan di Provinsi Banten diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan dan pelajar di daerah.

“Pengukuhan ini menjadi langkah penting dalam memperluas ruang gerak perempuan untuk berkontribusi aktif dalam literasi dan pembangunan sosial,” ujar Giwo.

BPW Club Banten ke depan akan menjadi wadah belajar, berbagi, dan berjejaring bagi para perempuan dan generasi muda untuk meningkatkan kapasitas dan kontribusi mereka di masyarakat.

Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber menyoroti pentingnya membangun budaya literasi dan pemahaman HAM di lingkungan sekolah. Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab bersama pelajar.

”Literasi HAM bukan sekadar teori, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari hal kecil seperti menghargai perbedaan hingga membela hak sesama,” ujar salah satu narasumber dari Kementerian Hukum dan HAM.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan mampu, memahami nilai-nilai dasar HAM secara lebih mendalam, menumbuhkan empati dan solidaritas sosial, mengembangkan budaya baca dan kesadaran hukum, serta menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan sekolah dan masyarakat

“Kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi,” ucapnya.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai pelopor gerakan literasi, pelindung nilai-nilai kemanusiaan, serta mitra aktif dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia