JAKARTA - Sikap publik dalam perkara dugaan korupsi yang dilakukan mantan Mendikbudristek
Nadiem Makarim masih netral. Mereka lebih menunggu keputusan pengadilan tentang terbukti atau tidaknya Nadiem terlibat dalam perkara pengadaan laptop chromebook ini.
Hal tersebut menurut Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti. Dia menilai masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan opini yang dibentuk para pembela Nadiem maupun penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Masyarakat masih menunggu bagaimana putusan di pengadilan nanti. Mereka belum memutuskan apakah penetapan tersangka Nadiem ini tidak punya dasar kuat atau memang Nadiem memang terlibat. Saya kira publik masih menunggu itu dan tidak terpengaruh dengan opini-opini yang ada,” ungkap Ray Rangkuti, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Nadiem Makarim setelah Diperiksa 10 Jam: Kebenaran akan Terbuka Dia mengatakan, penyidik Kejagung jangan juga terburu-buru dalam membawa perkara Nadiem ke pengadilan. Kejaksaan harus memastikan dalil-dalil yang ditemukan penyidik dalam kasus laptop chromebook tidak cukup. “Kalau mau cepat ya kejaksaan harus memperbanyak penyidik yang menangani proses hukum Nadiem ini, sehingga prosesnya bisa dipercepat,” ungkapnya.
Memastikan dalil-dalil yang digunakan dalam proses hukum Nadiem, kata Ray Ray Rangkuti, dibutuhkan karena masyarakat menyoroti kasus ini. “Sangat diperhatikan publik karena sosok Nadiem-nya maupun karena kasusnya (nilainya besar). Jadi jangan sampai bukti-buktinya tidak meyakinkan,” imbuhnya.
Baca juga: 4 Fakta Seputar Praperadilan Nadiem Makarim Ditolak PN Jaksel Dalam menangani kasus Nadiem, menurut Ray, hal yang penting adalah prosesnya dilakukan secara transparan dan objektif. “Jangan ada hak tersangka (Nadiem) ini tidak dijalankan. Misalnya, jangan juga nanti mentersangkakan orang-orang yang membela Nadiem untuk mendapatkan keadilan. Kejagung objektif dan transparan aja dalam penanganannya,” pungkasnya.
(cip)