floating-Kemendikdasmen Gelar...
Kemendikdasmen Gelar TKA SMA agar Siswa Makin Kuasai Skill Akademik
Kemendikdasmen Gelar...
Kemendikdasmen Gelar TKA SMA agar Siswa Makin Kuasai Skill Akademik
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 10:40 WIB
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen penilaian objektif bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Tes ini dirancang untuk mengukur capaian belajar siswa secara terstandar berdasarkan kurikulum nasional.

Plt Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati menjelaskan bahwa TKA merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan Indonesia yang bertujuan memberi gambaran menyeluruh tentang potensi akademik siswa.

"Tes kemampuan akademik ini dilakukan dengan instrumen dan mekanisme yang terstandar, sehingga hasilnya bisa diperbandingkan antarsiswa. Lebih penting lagi, ini membantu siswa memahami potensi akademiknya, apa yang sudah dikuasai, dan apa yang perlu diperbaiki," ujar Rahmawati dalam konferensi pers di Jakarta.

TKA nantinya diselenggarakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Meski merupakan pelaksanaan perdana, Rahmawati optimistis pengalaman Kemendikdasmen dalam menyelenggarakan Asesmen Nasional akan menjadi modal berharga.

Ia pun mengimbau para siswa untuk mengikuti TKA dengan semangat dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. "Harapannya, siswa mengikuti TKA ini dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi kejujuran serta integritas. Dengan begitu, hasil yang diperoleh benar-benar berkualitas," tegasnya.

Pakar Pendidikan Doni Koesoema Albertus mengakui TKA sebagai terobosan positif. Menurutnya, berbeda dengan ujian nasional yang bersifat wajib, TKA bersifat sukarela sehingga memberi ruang bagi siswa untuk memilih.

"Ini hal baru, karena sebelumnya ujian model standar seperti UN diwajibkan. Sekarang siswa bisa memilih untuk ikut atau tidak. Itu menghargai hak anak agar tidak merasa terpaksa," kata Doni.

Meski begitu, dia menekankan pentingnya persetujuan siswa ketika mengikuti tes yang berskala nasional. "Kalau ada orang tua, guru, atau kepala dinas yang memaksa siswa ikut, itu keliru. Tes ini sebaiknya diposisikan seperti cek kesehatan gratis, yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi diri," ujarnya.

Doni menilai TKA dapat mendorong semangat belajar siswa. "Setiap ujian pada akhirnya membuat anak belajar. Memang hasil tes standar tidak bisa menggambarkan keseluruhan diri anak, tetapi tetap berguna untuk kepentingan tertentu, misalnya pemetaan kemampuan akademik," terangnya.
(abd)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026