floating-Hamas Desak Mediator...
Hamas Desak Mediator Dorong Penerapan Kesepakatan Gencatan Senjata
Hamas Desak Mediator...
Hamas Desak Mediator Dorong Penerapan Kesepakatan Gencatan Senjata
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 00:01 WIB
GAZA - Kelompok pejuang Palestina Hamas menyatakan "penghargaan yang mendalam atas upaya tulus" yang dilakukan Mesir, Qatar, dan Turki selama dua tahun terakhir untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan perang Israel di Gaza. Hamas mendesak para mediator agar mendorong penerapan kesepakatan gencatan senjata oleh Israel yang sudah sering melakukan pelanggaran.

"Upaya ini mencakup penyelenggaraan pertemuan, upaya mendekatkan sudut pandang, menjembatani kesenjangan antar posisi, dan kegigihan mereka dalam mengatasi hambatan, yang pada akhirnya berujung pada berakhirnya perang yang tak terkendali di Gaza," ungkap pernyataan Hamas di Telegram.

Kelompok tersebut meminta negara-negara penengah, Mesir, Qatar, dan Turki, untuk menindaklanjuti implementasi ketentuan-ketentuan yang tersisa dalam perjanjian tersebut.

Oleh karena itu, Hamas menyerukan masuknya bantuan ke Gaza dalam jumlah yang dibutuhkan, pembukaan perlintasan Rafah di kedua arah, dan dimulainya rekonstruksi wilayah tersebut.

Sementara itu, kelompok sayap kanan Israel, Tsav 9, menghalangi truk-truk yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza di perlintasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom).

Kelompok tersebut, dalam unggahan di X, mengatakan para anggotanya "saat ini menghalangi jalannya truk bantuan" di beberapa titik menuju penyeberangan, yang dikuasai Israel.

Kelompok tersebut mengklaim, "Hamas melanggar perjanjian dan menolak untuk memulangkan para sandera, sehingga bantuan yang memungkinkan mereka untuk membangun kembali harus dihentikan," dan menambahkan, "Tidak ada truk bantuan yang akan lewat sampai korban tewas terakhir dikembalikan."

Kelompok ekstremis Israel tersebut mengunggah video yang menunjukkan para anggotanya menghalangi satu truk bantuan untuk lewat.

Tsav 9 berulang kali mengganggu pengiriman bantuan ke Gaza selama genosida Israel dengan memblokir jalan menuju penyeberangan, menggelar protes, dan dalam beberapa kasus, menjarah atau merusak pengiriman bantuan, menurut The Times of Israel.

Hamas telah membebaskan 20 tawanan Israel yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 10 tawanan lainnya dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Kelompok Palestina tersebut mengatakan sedang berupaya menemukan jenazah tawanan Israel yang tersisa.

Baca juga: Tentara Israel Ungkap Hamas Memberinya Taurat dan Alat Ibadah selama Penahanannya
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas