floating-Kembangkan Energi Panas...
Kembangkan Energi Panas Bumi Bersama Geo Dipa, BNI Biayai Proyek PLTP 500 MW
Kembangkan Energi Panas...
Kembangkan Energi Panas Bumi Bersama Geo Dipa, BNI Biayai Proyek PLTP 500 MW
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 23:50 WIB
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia ( BNI ) memperkuat komitmennya dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia dengan menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Geo Dipa Energi untuk membiayai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 500 MW.

Penandatanganan perjanjian berlangsung di sela acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Kerja sama ini merupakan langkah strategis BNI dalam mempercepat transisi energi bersih dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia.

"Pembiayaan ini merupakan wujud nyata dukungan BNI terhadap pengembangan proyek energi hijau nasional, sekaligus upaya mempercepat transisi energi bersih di Indonesia," ujar Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo dalam keterangannya, Jumat (18/10/2025).

Baca Juga: Jaga Keberlangsungan Bisnis Panas Bumi, Begini Strategi Geo Dipa

Menurur Okki, sinergi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya ramah lingkungan. Kerja sama ini juga mempertegas posisi BNI sebagai pelopor perbankan nasional yang aktif mendorong implementasi keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

"Sinergi dengan Geo Dipa memperkuat posisi BNI sebagai pelaku utama dalam pembiayaan hijau dan mendukung agenda nasional menuju masa depan energi yang berkelanjutan," tambahnya.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi panas bumi, Geo Dipa Energi mengelola proyek PLTP Dieng dan PLTP Patuha, dua proyek strategis nasional yang menjadi bagian penting dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Saat ini, kapasitas terpasang mencapai 120 MW, dengan rencana ekspansi hingga 500 MW.

Energi panas bumi memiliki keunggulan utama karena ramah lingkungan dan bebas dari emisi karbon tinggi. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), pembangkit panas bumi hanya menghasilkan 45–80 gram CO₂ per kWh, jauh lebih rendah dibandingkan PLTU batubara yang mencapai 900–1.000 gram CO₂ per kWh.

Selain itu, PLTP dapat beroperasi selama 24 jam penuh sepanjang tahun, menjadikannya sumber energi baseload yang andal dan efisien. Sumber energi panas bumi juga tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sehingga berpotensi besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

"BNI berkomitmen terus mendukung proyek-proyek energi bersih yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antara sektor keuangan dan energi dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan," kata Okki.

Baca Juga: Investasi Pembangkit Panas Bumi Dukung Energi Bersih

Melalui dukungan ini, BNI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi hijau nasional dan memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
Pengamat Nilai Kinerja...
Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi
Targetkan Kapasitas...
Targetkan Kapasitas 1 GW, BREN Pacu Ekspansi Panas Bumi
Sambut Lebaran 2026,...
Sambut Lebaran 2026, BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun