JAKARTA - Pasar elektronik Indonesia menghadapi volatilitas tinggi akibat penetrasi agresif merek-merek asal China yang masuk di berbagai segmen.
Menanggapi sentimen pasar ini, PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) mengaku tetap optimistis dan punya strateginya sendiri.
Presiden LGEIN, Ha Sang-chul, dalam sesi round table di Jakarta (20/10), menyatakan bahwa kompetisi adalah katalisator inovasi.
"Kompetisi adalah hal baik. Ia mendorong kami untuk menciptakan inovasi yang lebih cepat dan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen," ujar Ha Sang-chul.
Ha menegaskan strategi defensif LG tidak akan berfokus pada perang harga, melainkan pada tiga aset fundamental yang diklaim tidak dimiliki kompetitor baru:
Kualitas produk.
Jaringan layanan purna jual yang luas.
Kepercayaan konsumen (brand trust) yang telah terakumulasi selama 35 tahun beroperasi di Indonesia.
Menyikapi strategi harga agresif kompetitor, Ha menyatakan, "Saya rasa brand lain tidak dapat mencapai hal tersebut (kepercayaan)."
Ha menyebut, logo LG memberikan konsumen rasa tenang, kenyamanan, serta kepercayaan. “Karena mereka tahu produk ini tahan lama dan punya layanan yang bisa diandalkan,” bebernya.
Untuk mendukung komitmen jangka panjang, LGEIN memaparkan aset operasionalnya di Indonesia yang kini difungsikan sebagai basis produksi, ekspor, dan riset:
Basis Produksi: Dua pabrik berlokasi di Tangerang dan Bekasi.
Riset & Pengembangan: Satu R&D Center di Cibitung, yang difokuskan pada pengembangan teknologi AI dan IoT untuk lini TV serta perangkat rumah tangga.
Ke depan, LGEIN memproyeksikan ekspansi investasi serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui kolaborasi dengan industri lokal dan UMKM.
"Kompetitor boleh banyak, tapi LG punya fondasi kuat - pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang," kata Ha. "Kami tidak hanya perangkat, kami mencoba memberikan kepercayaan terhadappelanggan."
(dan)