floating-Hadapi Era AI dan Disrupsi...
Hadapi Era AI dan Disrupsi Teknologi, Media Harus Cepat Beradaptasi
Hadapi Era AI dan Disrupsi...
Hadapi Era AI dan Disrupsi Teknologi, Media Harus Cepat Beradaptasi
Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:08 WIB
JAKARTA - Perubahan besar akibat disrupsi teknologi menuntut industri media bergerak lebih cepat. Transformasi digital kini menjadi keharusan agar media tetap relevan dan kompetitif. Adaptasi menjadi kunci menghadapi gelombang kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara informasi diproduksi dan dikonsumsi publik.

CEO iNews Media Group Angela Tanoesoedibjo menegaskan, dunia digital tak memberi ruang bagi yang lambat beradaptasi. “Kecepatan menyesuaikan diri menjadi faktor utama agar media bertahan. Kita harus adaptif, talent kita updating,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 bertajuk Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

Angela menjelaskan, iNews Media Group telah melakukan restrukturisasi besar untuk memperkuat fondasi digital. Komposisi organisasi kini seimbang 50:50 antara broadcast dan digital. “Kita ganti semua organisasinya,” katanya.

Hadapi Era AI dan Disrupsi...


Baca juga: IDC AMSI 2025, GDP dan East Ventures Nilai Investasi di Media Masih Menarik

Pendekatan baru ini menekankan konsep one content, multi-platform, dan multi-format agar produksi lebih efisien dan terarah. Langkah tersebut disertai integrasi vertikal antar-brand untuk memperluas jangkauan audiens. “Kita melakukan vertical integration,” ujar Angela.

Hadapi Era AI dan Disrupsi...


Setiap konten kini bisa diadaptasi ke berbagai platform dengan karakter dan format berbeda. Tujuannya, memberikan pengalaman beragam bagi penonton di ekosistem digital.

Angela menambahkan, iNews terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis seperti e-commerce, YouTube, dan TikTok. “Kolaborasi dengan e-commerce sudah berjalan,” katanya.

Melalui program live shopping dan konten interaktif, iNews menciptakan nilai tambah bagi penonton sekaligus memperkuat monetisasi digital.

Sementara itu, Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika menilai, disrupsi teknologi telah mengubah ruang redaksi media secara signifikan. “Banyak teman-teman di redaksi menggunakan AI,” ujarnya.

Teknologi ini meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi berita, namun juga membawa risiko hilangnya kontrol redaksi terhadap konten. Menurut Wahyu, media yang gagal beradaptasi akan kehilangan relevansi di mata publik dan pengiklan.

“Kalau media tidak lagi punya reach, itu akhir dari media seperti yang kita kenal,” tegasnya.

Disrupsi membawa peluang sekaligus ancaman bagi keberlangsungan industri. Karena itu, adaptasi cepat menjadi syarat utama untuk bertahan di era AI.
(rca)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Angela Tanoesoedibjo:...
Angela Tanoesoedibjo: Perindo Rancang Program Baru Pemberdayaan UMKM
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo dan HT Serahkan Kurban Partai Perindo di Paseban, Tegaskan Keberagaman dan Nilai Keumatan
MPStore Sabet Penghargaan...
MPStore Sabet Penghargaan DIA 2026, Pacu Inovasi Digital UMKM
Dorong Ekosistem Digital...
Dorong Ekosistem Digital Energi, Pertamina Patra Niaga Raih Digital Innovation Awards 2026
Daftar Peraih Penghargaan...
Daftar Peraih Penghargaan DIA 2026: Kreator Konten, Kementerian, hingga Pelaku Industri