KUALA LUMPUR - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengkritik Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia menuduh lembaga internasional itu tidak efektif dalam mencegah perang besar.
Berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim setelah pertemuan bilateral mereka di Kuala Lumpur, Lula mengatakan PBB telah "berhenti berfungsi" dan tidak ada lagi tata kelola global yang efektif.
Menurut dia, itu situasi yang, ia peringatkan, tidak dapat dilanjutkan, menurut harian Malaysia The Star.
"Saat ini, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak berfungsi. Sama sekali tidak berfungsi," ujar dia, seraya menambahkan, "Setiap perang besar belakangan ini telah dimulai oleh negara-negara anggota Dewan tersebut, tanpa konsultasi, tanpa akuntabilitas."
Ia mempertanyakan bagaimana mereka bisa tetap diam sementara menyaksikan penderitaan berkepanjangan dan genosida terjadi di Gaza.
Presiden Lula tiba di Malaysia dalam kunjungan tiga hari untuk menghadiri KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur sebagai tamu kehormatan.
Kunjungan ini menandai kunjungan pertama Lula ke Malaysia sejak menjabat untuk masa jabatan baru pada Januari 2023.
Ia juga diperkirakan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump selama KTT tersebut.
Lula lebih lanjut mengkritik negara-negara besar dunia karena gagal memenuhi komitmen iklim mereka, dengan mengatakan krisis iklim terus menghantam masyarakat miskin paling parah.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar menggambarkan Lula sebagai pemimpin yang dikenal membela martabat pekerja, keadilan sosial, dan prinsip-prinsip kemanusiaan, termasuk seruannya mengakhiri penderitaan di Gaza dan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap perubahan iklim.
“Kami sepakat memperdalam kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, energi, teknologi pangan dan pertanian, pendidikan, budaya, dan sektor teknologi tinggi,” tulis Anwar di platform media sosial AS X setelah pertemuan tersebut.
“Kunjungan ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan martabat yang kita miliki bersama — dan komitmen kita memperkuat hubungan antara Asia Tenggara dan Amerika Latin demi dunia yang lebih sejahtera dan manusiawi,” papar dia.
Baca juga: Presiden Kolombia Tak Gentar Dijatuhi Sanksi AS: Kami Tak Bertekuk Lutut (sya)