BEIJING - Penjualan bisnis TikTok di AS akan dirampungkan minggu ini oleh Presiden Donald Trump dan Xi Jinping selama KTT APEC di Korea Selatan.
Kekhawatiran keamanan data pengguna telah menjadi faktor utama dalam dorongan penjualan sejak 2020, dengan data yang kini disimpan di peramban Oracle setelah adanya tuduhan kolusi dengan China.
BACA JUGA- Xi Jinping: Dunia Membutuhkan China! TikTok dan CapCut sebelumnya telah dihapus dari toko aplikasi AS karena gagal mematuhi perintah, tetapi batas waktu penjualan telah diperpanjang beberapa kali oleh Trump sejak ia kembali menjabat sebagai presiden.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan setelah dua hari perundingan dengan perwakilan Tiongkok di Kuala Lumpur bahwa persyaratan penjualan, yang telah tertunda beberapa kali, akan dirampungkan oleh Presiden Donald Trump dan Xi Jinping, Kamis ini, di Korea Selatan selama KTT APEC.
Nilai penjualan dan siapa yang akan mengambil alih bisnis TikTok di AS juga akhirnya akan diketahui minggu ini.
Trump memaksa Bytedance untuk menjual TikTok ketika ia pertama kali menjabat pada tahun 2020.
TikTok dituduh menimbulkan risiko keamanan dengan membagikan data pengguna Amerika dengan Tiongkok. Hal ini dibantah oleh Bytedance dan data tersebut kemudian disimpan di peramban milik Oracle.
Presiden Biden kemudian tidak melanjutkan perintah eksekutif yang memaksa penjualan tersebut, tetapi melakukannya di akhir masa jabatannya.
TikTok dan CapCut dihapus dari toko aplikasi utama AS selama beberapa hari karena gagal mematuhi perintah tersebut sebelum Trump memperpanjang batas waktu penjualan beberapa kali tak lama setelah ia dilantik untuk masa jabatan kedua.
(wbs)