floating-3 Fase Kekalahan Israel,...
3 Fase Kekalahan Israel, dari Kemenangan Hamas hingga Gencatan Senjata yang Rapuh
3 Fase Kekalahan Israel,...
3 Fase Kekalahan Israel, dari Kemenangan Hamas hingga Gencatan Senjata yang Rapuh
Kamis, 30 Oktober 2025 - 02:20 WIB
GAZA - Kelompok Palestina Hamas memenangkan perang di Gaza dan mencegah Israel mencapai tujuannya. Itu menunjukkan bagaimana Israel mengalami berbagai fase kekalahan ketika berperang melawan Hamas.

3 Fase Kekalahan Israel, dari Kemenangan Hamas hingga Gencatan Senjata yang Rapuh

1. Hamas Tetap Berkuasa di Gaza

“Perang ini adalah kegagalan Israel yang fatal di Gaza,” ujar Giora Eiland, seorang pensiunan jenderal, kepada surat kabar Maariv.

“Perang ini adalah kegagalan karena alasan yang sangat sederhana, yaitu Hamas tidak hanya berhasil mencegah Israel mencapai tujuannya, tetapi juga tetap berkuasa,” tambahnya.

Baca Juga: 5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu

2. Gencatan Senjata Menunjukkan Kelemahan Israel

Perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan di Gaza sudah diberlakukan.

Eiland, yang memimpin Dewan Keamanan Nasional dari tahun 2004 hingga 2006, mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencegah Hamas mempersenjatai kembali persenjataannya.

"Jika Hamas bergerak melawan Israel, itu akan melanggar perjanjian," ujarnya.

Eiland adalah dalang di balik apa yang disebut Rencana Jenderal, yang menyerukan pemberlakuan blokade di Gaza utara dan pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah tersebut sebagai bagian dari perang genosida Tel Aviv di wilayah kantong tersebut.

3. Hamas Merekrut Para Pejuang Baru

Israel masih jauh dari meraih kemenangan atas kelompok perlawanan Palestina, Hamas, di Gaza, meskipun perang brutal yang telah dilancarkannya selama 300 tahun.

"Hamas adalah organisasi yang tahu bagaimana beradaptasi. Meskipun memiliki daftar korban yang panjang, seiring waktu, Hamas telah menjadi lebih kuat dan muncul sebagai musuh yang lebih signifikan dan penting," kata Ohad Hamo, seorang komentator urusan Arab untuk stasiun TV Channel 12.

Masih ada satu 'rumah' (kepemimpinan) utama di Gaza, yaitu Hamas, terutama di wilayah tengah dan selatan jalur tersebut," katanya.

"Diharapkan setelah sepuluh bulan perang, akan ada alternatif selain Hamas, tetapi apa yang terjadi hari ini? Ribuan anggota baru bergabung dengan Hamas," tambahnya.

Hamo mengamati bahwa ini merupakan "kabar baik sekaligus buruk:

"Kabar baiknya adalah mereka kehilangan anggota, tetapi kabar buruknya adalah kaum muda tidak punya alternatif lain untuk bergabung selain Hamas."

Ia menggarisbawahi perlunya Israel membujuk kaum muda Gaza untuk bergabung dengan entitas selain Hamas, seraya menambahkan bahwa sejauh ini, Tel Aviv "telah gagal melakukannya."
(ahm)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang