floating-Kepala BPOM: Penyalahgunaan...
Kepala BPOM: Penyalahgunaan Obat Ancaman Nyata SDM Berkualitas
Kepala BPOM: Penyalahgunaan...
Kepala BPOM: Penyalahgunaan Obat Ancaman Nyata SDM Berkualitas
Rabu, 29 Oktober 2025 - 23:09 WIB
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof Taruna Ikrar menegaskan bahwa pengawasan obat dan sediaan farmasi merupakan benteng utama mencegah penyalahgunaan zat berbahaya. Hal itu disampaikan di sela pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Polri, Rabu (29/10/2025).

Barang bukti narkoba yang dimusnahkan meliputi 1,3 ton sabu, 335.019 butir ekstasi, dan 608,1 kg ganja. Barang bukti ini merupakan hasil sitaan sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025 hasil operasi gabungan Bareskrim Polri bersama jajaran Polda di berbagai daerah.

Baca juga: Prabowo Hadiri Pemusnahan Barbuk Narkoba Senilai Rp29 Triliun, Kapolri: Kami Termotivasi

"BPOM terus bersinergi dengan Polri dan BNN untuk memperkuat pengawasan, dari produksi hingga distribusi. Penyalahgunaan obat dan narkotika adalah ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia," tutur Taruna Ikrar.

Dia menambahkan, melalui sistem pengawasan berbasis sains dan digitalisasi rantai pasok bisa memastikan bahwa setiap obat yang beredar di Indonesia. Juga memenuhi standar keamanan dan tidak disalahgunakan untuk produksi narkoba sintetis.

Kegiatan pemusnahan ini menjadi simbol capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, meneguhkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas narkoba melalui pendekatan keamanan, kesehatan, dan edukasi publik.

Baca juga: Prabowo Instruksikan 3 Hal ke Kapolri: Berantas Narkoba, Penyelundupan, Judi Online

Pemusnahan narkoba kali ini juga bukan sekadar simbol penegakan hukum, melainkan manifestasi semangat kolektif bangsa dalam menjaga masa depan generasi muda.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto yang ikut menyaksikan pemusnahan menegaskan, kejahatan narkoba merupakan ancaman multidimensi menghancurkan generasi muda, melemahkan ketahanan nasional, dan menggoyahkan masa depan Indonesia Emas 2045.

“Kalau barang ini tidak dicegah dan disita, bisa dikonsumsi oleh 629 juta manusia lebih dari dua kali jumlah penduduk Indonesia. Ini ancaman serius bagi bangsa, dan saya apresiasi kerja keras Polri, BPOM, dan BNN ” ujar Presiden.

Sementara Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan 49.306 kasus tindak pidana narkoba dengan 65.572 tersangka merupakan hasil kerja kolaboratif lintas lembaga.

“Peredaran narkoba adalah extraordinary crime. Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita harus memastikan generasi muda bebas dari narkoba,” ujar Kapolri.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker