SUKABUMI - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (
BPKN ) melakukan kunjungan kerja ke pabrik air mineral di Mekarsari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tindakan itu dilakukan untuk memastikan transparansi sumber air dan pengelolaannya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Hasilnya, pabrik yang berlokasi dekat dengan Gunung Salak ini memanfaatkan sumber air pegunungan alami dari kawasan tersebut. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses pengambilan dan pengelolaan air di pabrik berjalan sesuai ketentuan, dilakukan secara transparan, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Tim BPKN diterima oleh jajaran manajemen yang memaparkan tata kelola sumber air, proses pengolahan air mineral, serta berbagai inisiatif konservasi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Dalam penjelasannya, manajemen menyampaikan sumber air pabrik ini telah dikaji secara ilmiah dan memenuhi kriteria air mineral berkualitas tinggi. Setiap tahapan pengelolaan dilakukan sesuai regulasi pemerintah dan prinsip kehati-hatian, untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dan kelestarian sumber daya air.
Baca juga: DPR dan DPD RI Soroti Sidak Gubernur Jabar ke Pabrik Air Mineral di Subang Selama kunjungan, BPKN meninjau rumah sumber air, mendengarkan penjelasan teknis mengenai proses pengelolaan air, dan mengikuti tur pabrik untuk melihat langsung penerapan standar mutu serta praktik konservasi yang diterapkan.
Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok, menyampaikan kunjungan ini memberikan pemahaman mengenai sumber air yang berasal langsung dari pegunungan.
“Hari ini kita menyaksikan langsung AQUA memang 100% air gunung. Bahkan pelindung sumber airnya saja diamankan, konservasinya pun dilindungi. Kalau kemarin asumsi kami sumber airnya jauh dari gunung dan pengeborannya seperti bor rumah tangga, ternyata tidak seperti itu,” ujar Mufti.
Mufti juga menegaskan proses pengeboran dalam produksi adalah hal yang wajar dan sesuai dengan standar industri dan memastikan masyarakat untuk tidak khawatir.
Baca juga: Kisah Prajurit Marinir Selamat dari Maut usai Ditolong Hantu Laut saat Terombang-ambing selama 3 Hari “Kalau dalam proses produksinya ada pengeboran saya kira wajar, karena tidak mungkin air langsung ditampung begitu saja. Karena memang ada proses produksi yang harus dijalankan oleh sebuah industri. Standarnya ini SNI-nya luar biasa, 400 parameter dijalani dan ini menjadi catatan kita bahwa konsumen memang harus percaya. Ini murni air gunung, kita lihat langsung airnya mengalir dan berdekatan dengan gunung. Konservasinya juga menarik, tidak hanya menjalankan kepentingan bisnis tetapi juga urusan keberlanjutan,” tambahnya.
VP General Secretary AQUA Vera Galuh Sugijanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPKN dan pentingnya memperlihatkan langsung sumber air kepada publik.
“Terima kasih kepada jajaran BPKN yang sudah hadir ke rumah sumber air kami di Pabrik Mekarsari. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjelaskan secara visual bahwa memang sumber airnya adalah air pegunungan. Kalau ada persepsi bahwa ini air bor, itu hanya metode pengambilan saja. Hari ini sudah dilihat langsung bahwa sumber airnya adalah air pegunungan,” ujar Vera.
Kunjungan BPKN ini memperkuat sinergi antara lembaga publik dan dunia usaha dalam memastikan industri air minum dikelola secara transparan, patuh terhadap regulasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
(cip)