floating-Terungkap Alasan Honda...
Terungkap Alasan Honda Terjun ke Bisnis Roket, Ternyata Ini Harta Karun yang Diincar di 2030
Terungkap Alasan Honda...
Terungkap Alasan Honda Terjun ke Bisnis Roket, Ternyata Ini Harta Karun yang Diincar di 2030
Minggu, 02 November 2025 - 05:54 WIB
TOKYO - Ada pemandangan unik di booth Honda Motor Co., Ltd. di pameran Japan Mobility Show 2025. Honda Motor, tidak hanya memamerkan mobil listrik, hidrogen, hingga motor konsep. Tapi juga pesawat jet dan kapal boat. Bahkan, sebuah roket!

Di tengah pameran, Honda menegaskan langkah diversifikasi strategisnya yang paling ambisius: pengembangan roket yang dapat digunakan kembali. Sebuah roket eksperimental setinggi 6,3 meter yang ditenagai oleh metana cair dipamerkan, menandai langkah serius perusahaan otomotif ini untuk masuk ke industri luar angkasa.

Perusahaan melihat peluncuran satelit sebagai langkah logis berikutnya dalam evolusinya sebagai "perusahaan mobilitas," yang tidak hanya mencakup mobil, sepeda motor, dan pesawat, tetapi juga mobilitas data.

Validasi Teknologi: Analisis Data Uji Coba 17 Juni

Terungkap Alasan Honda...

Langkah Honda ini didukung oleh data uji coba yang sukses. Pada 17 Juni 2025, pukul 16:15 waktu setempat, Honda R&D berhasil melakukan tes peluncuran dan pendaratan di fasilitasnya di Taiki Town, Hokkaido, Jepang.

Spesifikasi dan hasil tes adalah sebagai berikut:

Roket Eksperimental: Panjang 6,3 m, diameter 85 cm.

Bobot: 900 kg (kering) / 1.312 kg (basah).

Durasi Penerbangan: 56,6 detik.

Kinerja: Mencapai ketinggian 271,4 meter.

Akurasi Pendaratan: Mendarat dalam 37 cm dari titik target.

Keberhasilan pendaratan vertikal dengan akurasi 37 cm adalah metrik kunci. Ini memvalidasi teknologi stabilitas penerbangan, kontrol pendaratan, dan sistem powertrain metana cair Honda.

Meskipun skala (271,4m) masih terbilang kecil, keberhasilan ini adalah bukti konsep vital sebelum mengembangkan roket orbital yang "jauh lebih besar" yang mampu membawa muatan satelit seberat satu ton.

Dari Otomotif ke Infrastruktur Data

Investasi Honda di bidang roket, yang dimulai sekitar tahun 2019, adalah taruhan jangka panjang pada ekonomi data.

Manajemen Honda memproyeksikan peningkatan eksponensial dalam penggunaan layanan berbasis satelit, yang krusial untuk teknologi Honda di masa depan, seperti advanced driver

Honda menargetkan peluncuran suborbital pada 2029 dan peluncuran satelit ke orbit sekitar tahun 2030.

Ini adalah bagian dari strategi R&D yang lebih luas pasca-era ASIMO, yang kini juga berfokus pada robot kolaboratif untuk manufaktur.

Toshihiro Mibe, CEO Global Honda, menegaskan komitmen ini. "Terkait roket, sejak 5 tahun lalu kami melakukan penelitian, membuat roket-roket terbaru yang bisa menekan biaya. Bahkan membuat roket yang bisa diluncurkan dan bisa mendarat lagi," kata Mibe kepada media di Indonesia di kantor pusat Honda di Toranomon Alcea Office, Tokyo, Jepang.

"Kami memproyeksikan membuat roket lebih besar lagi yang bisa diluncurkan hingga 2030. Semua terkait bisnis Honda yang terkait mobilitas."

Mibe mengatakan, penelitian roket adalah upaya yang berarti yang memanfaatkan kekuatan teknologi Honda. “Batas berikutnya adalah ruang angkasa dengan roket yang berkelanjutan."
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
PT GLI Bantah Giorgio...
PT GLI Bantah Giorgio Antonio CEO dan Pemilik Perusahaan, Ini Klarifikasi Lengkapnya!
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Roket Blue Origin Meledak...
Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Kemunduran Terbaru bagi Miliarder Jeff Bezos
CEO Finnet Mendorong...
CEO Finnet Mendorong CSR Jadi Pilar Memperluas Layanan Pembayaran Digital
CEO Harus Adaptif di...
CEO Harus Adaptif di Tengah Tekanan Global, Bos Finnet Buktikan Lewat Penghargaan