BEKASI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hingga Minggu (2/11/2025). Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi beberapa wilayah Indonesia.
BNPB menyampaikan
banjir yang menerjang Kabupaten Bandung berdampak di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot. "Hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya Sungai Citarum, Sungai Cikapundung, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede hingga ke permukiman warga," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (2/11/2025).
Baca juga: Petugas SDA Tambal Tanggul Baswedan Pakai Karung Pasir Banjir menyebabkan ratusan jiwa terdampak bahkan ada yang terpaksa mengungsi. Banjir yang merendam permukiman warga ketinggiannya mencapai 110 cm.
"Sebanyak 343 jiwa terdampak, 14 di antaranya terpaksa mengungsi di shelter Desa Dayeuhkolot. BPBD bersama tim gabungan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat. Adapun 129 rumah terendam dengan ketinggian air 10–110 cm," katanya.
Banjir juga melanda Kabupaten Bekasi. Peristiwa pada Jumat (31/10/2025) pukul 02.30 WIB ini dipicu hujan berintensitas tinggi.
"Sebanyak tujuh kecamatan terdampak yakni Kecamatan Serang Baru, Cikarang Utara, Sukatani, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, Karangbahagia, dan Cibitung," ujar Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.
BNPB melaporkan banjir di Kabupaten Bekasi menyebabkan 3.548 jiwa terdampak dengan 1.377 rumah terendam. Sementara tinggi muka air berkisar 20-140 cm.
"Hingga Sabtu (1/11/2025), banjir sudah surut di dua kecamatan (Serang Baru dan Cikarang Selatan), sementara di lima kecamatan lainnya kondisi air berangsur surut," ucapnya.
(jon)