JAKARTA - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono optimistis partisipasi
Partai Perindo bisa membantu mewujudkan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Apalagi, kata dia, Partai Perindo memiliki instrumen kader kuat di daerah.
Hal ini diungkapkan Agus usai dialog bertajuk"Envisioning Indonesia: Executing National Agenda," yang digelar di forum Rakernas Partai Perindo, di Discovery Hotel, Jakarta Utara, Senin (3/11/2025).
Agus menyadari, pemerintah tak bisa bergerak sendiri dalam mengentaskan kemiskinan di Tanah Air. "Di situlah, ya, partisipasi dari berbagai macam unsur di republik ini, termasuk partai politik, ya, khususnya Perindo, gitu loh, terlibat dalam program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem," ujar Agus.
Baca juga: Junjung Etika, Pejabat Publik dari Partai Perindo Harus Jadi Pelayanan Rakyat Menurutnya, pengentasan kemiskinan bisa terwujud bila ada partisipasi Partai Perindo. Apalagi, partai berlogo burung Rajawali mengepakan sayap ini dinilai punya instrumen kader kuat di daerah.
"Saya pikir karena Perindo juga punya instrumen yang cukup kuat ya, kalau kita bisa bersinergi, perintah Pak Presiden untuk mengentaskan kemiskinan dan menghapuskan kemiskinan ekstrem bisa terwujudlah," katanya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pada para menteri untuk bersinergi dan kolaborasi dalam mengentaskan kemiskinan. Ia menuturkan, sinergi itu tak hanya lintas kementerian, melainkan dengan pemerintah pusat-daerah hingga dengan partai politik.
"Kenapa? Karena perintah Pak Presiden, di tahun 2026 itu kemiskinan ekstrem di Indonesia harus 0 persen, ya. Terus kemudian kemiskinan di tahun 2029 itu Presiden perintahkan di bawah 5 persen, gitu loh," ucao Agus.
"Tentunya ini kan program yang apa namanya, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, harus sinergi," tambahnya.
Agus mengatakan, pihaknya tengah menggalakkan program pemberdayaan dalam mengentaskan kemiskinan. Melalui program ini, ia mengatakan, pemerintah ingin menggraduasi para penerima bansos hingga PKH. Hal itu ditujukan agar penerima bansos nisa mandiri.
"Apa bentuknya? Siapa yang mau bekerja, kita kasih lapangan-lapangan pekerjaan. Siapa yang mau usaha, kita kasih lapangan-lapangan usaha. Jadi, Kemensos juga sedang mengubah, ya, konsep yang selama ini itu fokusnya di Linjamsos, sekarang kita mau masuk ke Dayasos, gitu loh," pungkasnya.
(rca)