JAKARTA - Letnan
Jenderal TNI (Purn.) H.
Lodewijk Freidrich Paulus dikenal sebagai salah satu tokoh militer dan politik yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pertahanan dan keamanan Indonesia.
Lahir di Manado pada 27 Juli 1957, Lodewijk kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) pertama di Kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2019–2024 serta Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan.
Baca juga: Kisah Mualaf Jenderal Kopassus Lodewijk Freidrich Paulus, Sempat Ditentang Keluarga dan Disebut Bakal Masuk Neraka Perjalanan hidup Lodewijk Freidrich Paulus penuh warna. Meski berasal dari keluarga yang menganut agama Kristen, ia kemudian memutuskan untuk menjadi mualaf. Keputusannya ini mencerminkan prinsip hidup yang kuat, keteguhan hati, dan komitmen pribadi terhadap keyakinan yang ia anut hingga kini.
Melansir laman Kemenko Polkam, karier militernya dimulai sejak ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Darat dan lulus pada tahun 1981. Dari sanalah perjalanan panjangnya di dunia kemiliteran dimulai.
Untuk memperkuat kapasitasnya sebagai prajurit profesional, Lodewijk kemudian mengikuti berbagai pendidikan lanjutan seperti Susdanki (1984) dan Suslapa II (1991).
Baca juga: Riwayat Pendidikan Deddy Corbuzier, Lulusan Psikologi yang Punya Pangkat Letkol Tituler Tak berhenti di situ, semangat belajarnya terus berlanjut ketika ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada tahun 1995. Pendidikan ini menjadi tonggak penting dalam membentuk kemampuan strategis dan kepemimpinannya di tubuh TNI AD.
Sebagai bentuk penyempurnaan kompetensi di bidang pertahanan nasional, Lodewijk juga menyelesaikan pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada tahun 2008.
Baca juga: Pendidikan Ichsanuddin Noorsy, Ekonom yang Sebut China Paling Diuntungkan di Proyek Whoosh Kombinasi antara pendidikan militer yang solid dan pengalaman lapangan menjadikan Lodewijk Freidrich Paulus sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan visioner. Dalam karier militernya, ia pernah memegang sejumlah jabatan strategis, seperti Komandan Jenderal Kopassus (2009–2011), Pangdam I/Bukit Barisan (2011–2013), dan Komandan Kodiklat TNI AD (2013–2015).
Kini, dengan pengalaman panjang di dunia militer dan politik, Letjen TNI (Purn.) H. Lodewijk Freidrich Paulus terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas nasional. Latar belakang pendidikannya yang kuat menjadi pondasi utama bagi kiprahnya dalam mengawal kebijakan strategis di bidang politik dan keamanan Indonesia.
(nnz)