JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni
Raffi Ahmad mengisi dialog dalam
Rakernas Partai Perindo . Pria yang kini menjadi pengusaha sukses itu memberikan gambaran mengenai kunci kesuksesan di usia muda.
Seperti diketahui, Raffi Ahmad sudah masuk ke industri hiburan sejak duduk di bangku SMP. Kerja keras yang dilakukannya membuat namanya kian dikenal di dunia entertainment. Kemudian, ia melebarkan sayap ke dunia bisnis yang membuatnya pernah dinobatkan sebagai "sultan".
Baca juga: Hasil Rakernas Partai Perindo Diumumkan Hari Ini, Elite Parpol Dijadwalkan Hadir Raffi Ahmad mengatakan salah satu kunci kesuksesan adalah komunikasi yang baik. Menurutnya, komunikasi yang baik akan membuka banyak peluang untuk meningkatkan kualitas diri dan belajar lebih banyak hal.
"Komunikasi itu adalah kunci, gimana kita harus bisa kalau mau mulai untuk berkomunikasi, apa pun caranya. Karena suatu hal, kalau kita tidak berkomunikasi, itu kan ada temboknya, apa pun itu. Di dunia politik, kita harus tahu ya mungkin saat ini anginnya partner ini lagi oke, mungkin nanti bisa sebaliknya, tapi kan tetap komunikasi itu harus dijaga," kata Raffi, di Jakarta, Senin (4/11/2025).
Baca juga: Usung Tema Energi Baru Indonesia di Rakernas, Partai Perindo Ingin Lahirkan Pemimpin Berintegritas Untuk membangun kedekatan dengan banyak orang, Raffi Ahmad mengatakan harus berani membangun komunikasi. Tapi, ia mengingatkan topik yang harus dibahas mengandung isi yang berbobot.
"Intinya dari semua, mau bisnis, mau politik, mau entertainment, apa pun dunianya, nomor satu adalah komunikasi. Sebenarnya bahasa alusnya itu bukan perez, tapi basa basi. Tapi basa basi yang bermutu," ujarnya.
Salah satu cara komunikasi yang baik, dicontohkan Raffi Ahmad adalah mengingat nama lawan bicara. Menurutnya, itu akan membuatnya selalu diingat oleh orang tersebut. Cara ini membuatnya membuka peluang lainnya, baik untuk membangun bisnis baru atau mendapat ilmu baru.
"Kita buka keran di mana saja, jadi kita membuat suatu wadah. Karena kalau yang namanya bisnis, atau contoh pemain sinetron, suatu hari sinetronnya pasti abis. Kalau kita nggak punya koneksi, sinetronnya abis, ya kita nggak bisa berkarya lagi. Maksudnya kita buka koneksi, bisa jadi MC. Sama halnya dengan dunia bisnis," tuturnya.
(nnz)