floating-Iran Ungkap Detail Baru...
Iran Ungkap Detail Baru tentang Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
Iran Ungkap Detail Baru...
Iran Ungkap Detail Baru tentang Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
Selasa, 04 November 2025 - 20:49 WIB
TEHERAN - Pembunuhan mantan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran tahun lalu melibatkan rudal presisi yang ditembakkan dari jarak jauh yang “langsung mengenai jendela”. Rudal itu mengenai dirinya saat ia sedang berbicara di telepon, menurut juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, pada hari Minggu (2/11/2025).

“Pembunuhan martir Ismail Haniyeh tidak melibatkan tindakan sabotase apa pun,” ungkap Naeini, menurut jaringan berita Al Mayadeen yang berbasis di Beirut.

Dia menjelaskan, “Satu rudal ditembakkan dari jarak tertentu dan langsung mengenai jendela, mengenai dirinya saat ia sedang menelepon dari arah yang sama dengan asal rudal tersebut.”

Haniyeh terbunuh pada 31 Juli 2024, di kediaman di Teheran, sehari setelah menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Pengawalnya juga tewas dalam serangan itu.

Setelah pembunuhan tersebut, menurut Naeini, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menyimpulkan "harus ada respons yang definitif," dan menambahkan, "Waktu pembalasan diserahkan kepada komando militer."

Ia menambahkan, keterlambatan respons disebabkan tantangan yang dihadapi selama Operasi True Promise 1 – operasi militer melawan Israel.

Laporan Awal



Pada saat itu, situs web Noor News Iran mengatakan Haniyeh menjadi sasaran tembakan dari udara, dan mencatat penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan lokasi dari mana tembakan tersebut diluncurkan.

Kantor Berita Fars Iran melaporkan pada 1 Agustus bahwa Haniyeh dibunuh oleh proyektil udara yang menghantam kediamannya, menyebabkan kerusakan pada atap dan jendelanya.

Siaran pers Israel, KAN, mengklaim Haniyeh tewas akibat rudal yang ditembakkan dari negara di luar Iran, bukan dari wilayah udara Iran.

Pada saat yang sama, militer Israel dilaporkan menolak berkomentar mengenai insiden tersebut dan mengatakan tidak menanggapi laporan media asing.

Konfirmasi Israel



Pada bulan Desember tahun lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk pertama kalinya mengonfirmasi Israel berada di balik pembunuhan Haniyeh, lapor Times of Israel.

Laporan tersebut menyatakan konfirmasi Katz "dilontarkan begitu saja" dalam ancaman yang dilontarkannya terhadap Angkatan Bersenjata Yaman.

"Kami akan menyerang infrastruktur strategis (Ansarallah) dan memenggal kepala para pemimpinnya. Seperti yang kami lakukan terhadap Haniyeh, Sinwar, dan Nasrallah, di Teheran, Gaza, dan Lebanon — kami akan melakukannya di Hodeidah dan Sanaa," ujar Katz, menurut surat kabar tersebut, merujuk pada pembunuhan para pemimpin Hamas dan Hizbullah.

Baca juga: 200 Pejuang Hamas di Belakang Garis Kuning Gaza, Bagaimana Nasib Mereka Nanti?
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon