Ada banyak
ayat-ayat Al Quran yang menerangkan tentang
sikap rendah hati atau sikap tawadhu ini. Sikap rendah hati ini digambarkan dengan sikap tidak menyombongkan diri di hadapan manusia lain sekalipun mempunyai banyak kelebihan dan kemampuan.
Orang yang rendah hati, memiliki pemikiran dan kesadaran bahwa semua kelebihannya adalah karunia dari Allah Subhanahu wata’ala. Hal ini ditegaskan dengan banyaknya dalil tentang
sikap rendah hati dalam Al-Qur'an maupun hadis. Berikut ayat-ayat dan dalilnya:
1. Surah Al-Hijr Ayat 88
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Lā tamuddanna ‘ainaika ilā mā matta‘nā bihī azwājam minhum wa lā taḥzan ‘alaihim wakhfiḍ janāḥaka lil-mu'minīn(a).
Artinya:
"Jangan sekali-kali engkau [Nabi Muhammad] menunjukkan pandanganmu [tergiur] pada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka [orang kafir]. Jangan engkau bersedih hati atas [kesesatan] mereka dan berendahhatilah engkau terhadap orang-orang mukmin," (QS. Al-Hijr [15]: 88).
2. Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 215
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba‘aka minal-mu'minīn(a).Artinya:
"Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin," (QS. Asy-Syu'ara' [26]: 215).
3. Surah Al-Furqan Ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Wa ‘ibādur-raḥmānil-lażīna yamsyūna ‘alal-arḍi haunaw wa iżā khāṭabahumul-jāhilūna qālū salāmā(n).Artinya:
"Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka [dengan kata-kata yang menghina], mereka mengucapkan, 'Salam,'" (QS. Al-Furqan [25]: 63).
Baca juga: Kumpulan Doa agar Bisa Bertemu ke Bulan Ramadan 1447 Hijriah, Yuk Amalkan dari Sekarang! 4. Surah Al-Luqman Ayat 18
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
Wa lā tuṣa‘‘ir khaddaka lin-nāsi wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā(n), innallāha lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhūr(in).Artinya:
"Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia [karena sombong] dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri," (QS. Al-Luqman [31]: 18).
5. Surah Al-Isra Ayat 37
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
Wa lā tamsyi fil-arḍi marahā(n), innaka lan takhriqal-arḍa wa lan tablugal-jibāla ṭūlā(n).
Artinya:
"Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung," (QS. Al-Isra [17]: 37).
6. Hadis Riwayat Tirmidzi
[ArabOpen]مَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
"Tidaklah seseorang bersikap rendah hati karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya," (HR. Tirmidzi, hasan).
"Dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, kecuali Allah akan menambah kemuliaannya," (HR. Muslim).