floating-BNPB Dorong Normalisasi...
BNPB Dorong Normalisasi dan Penguatan Tanggul untuk Atasi Banjir Kabupaten Bekasi
BNPB Dorong Normalisasi...
BNPB Dorong Normalisasi dan Penguatan Tanggul untuk Atasi Banjir Kabupaten Bekasi
Kamis, 06 November 2025 - 12:29 WIB
BEKASI - Tim Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB bersama instansi terkait terus melakukan percepatan penanganan banjir di Kabupaten Bekasi.Berdasarkan hasil monitoring lapangan, penurunan tinggi muka air di wilayah terdampak mulai terlihat, sementara progres pembersihan dan penguatan tanggul berjalan signifikan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan hasil rapat evaluasi ada empat langkah utama penanganan banjir yakni, pembendungan Pintu Air BSH 0, normalisasi darurat dan peninggian tanggul di sisi kanan-kiri sungai, pembersihan sampah yang menghambat aliran air, serta penambalan tanggul jebol menggunakan karung dan geopack.

"Upaya ini dilakukan secara kolaboratif antara BNPB, BBWS Citarum, BPBD Kabupaten Bekasi, TNI, serta masyarakat setempat," ujar Abdul di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Abdul menambahkan, rapat evaluasi di Posko Penanganan Darurat Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, yang dipimpin oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Bekasi dan dihadiri oleh Direktur FPKP BNPB, Kapusdalops BNPB, Tenaga Ahli BNPB, perwakilan Kementerian PMK, Kementerian PUPR, Kepala BBWS Citarum, serta unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan. Rapat tersebut menegaskan pentingnya percepatan normalisasi sungai dan penguatan tanggul untuk mencegah luapan susulan.

Baca juga: 343 Jiwa di Bandung dan 3.548 Orang di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir

Progres terkini menunjukkan hasil positif. BNPB bersama BBWS telah melaksanakan normalisasi darurat Sungai Srengseng Hilir sepanjang 300 meter serta penyaluran pasir untuk penguatan tanggul sementara.

"Ketinggian air sungai menurun dibandingkan hari sebelumnya. Pintu Air BSH 0 dalam kondisi aman dan terkendali, sementara lahan pertanian di Kecamatan Sukakarya yang sempat terendam kini sebagian besar telah surut, menyisakan sekitar 50 hektare yang masih tergenang," jelasnya.

Abdul mengatakan untuk rencana tindak lanjut pada Kamis (6/11), Dinas Lingkungan Hidup akan melanjutkan pembersihan sampah di Jembatan Sasak Bali dan titik lain yang masih terdapat penumpukan. Satpol PP bersama pemerintah kecamatan dan desa akan menertibkan bangunan liar di sepanjang Sungai Srengseng Hilir sekitar 8 km. BBWS juga akan meneruskan normalisasi dan penguatan tanggul sementara, serta berkoordinasi dengan penjaga pintu air untuk pembukaan bertahap di bagian hilir.

Baca juga: Sederhana dan Religius, Jenderal Kopassus Ini Larang Istrinya Naik Mobil Dinas

"Dalam upaya percepatan penanganan darurat ini, pembiayaan kegiatan dilakukan secara sharing anggaran antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan BNPB. Kolaborasi pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan tanggul dan pengerukan sampah di titik-titik kritis yang menjadi penyebab utama luapan air," kata dia.

BNPB mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air akibat cuaca ekstrem. Hindari aktivitas di sekitar tanggul dan area sungai selama proses pengerjaan berlangsung. Apabila terjadi kondisi darurat atau tanda-tanda potensi bahaya, segera laporkan kepada aparat desa atau posko bencana terdekat.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu