TEL AVIV - Para menteri
Israel mengecam terpilihnya Zohran Mamdani sebagai wali kota Muslim pertama di New York City. Kandidat dari Partai Demokrat, Mamdani, terpilih sebagai wali kota New York City pada hari Selasa, menjadikannya orang Muslim dan Asia Selatan pertama yang memegang jabatan tersebut.
Apalagi, Mamdani, dalam pernyataan pra-pemilu, berjanji akan memerintahkan Departemen Kepolisian New York untuk menangkap Netanyahu jika ia mengunjungi kota itu, menghormati surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional atas kejahatan perang yang dilakukan perdana menteri di Jalur Gaza.
Mamdani, yang meraih lebih dari 50% suara dalam kontes tiga arah dengan 91% suara telah dihitung, menikmati dukungan dari basis pemilih yang luas dan beragam, termasuk orang Yahudi yang menolak kebijakan pemerintah Netanyahu, terutama selama dua tahun perang genosida di Jalur Gaza.
Israel telah menewaskan hampir 69.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 lainnya dalam serangan brutal di Gaza sejak Oktober 2023, sebelum serangan tersebut dihentikan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku efektif pada 10 Oktober.
4 Respons Zionis terhadap Kemenangan Mamdani, Salah Satunya Meminta Warga Yahudi Pindah ke Israel
1. Mengundang Warga Yahudi di New York untuk Pindah ke Israel
"Kota yang dulunya merupakan simbol kebebasan dunia, telah menyerahkan kuncinya kepada seorang pendukung Hamas," ujar Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, melalui perusahaan media sosial AS, X, pada hari Rabu, dilansir
Anadolu.
Chikli, dari Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyebut kemenangan Mamdani sebagai "titik balik yang krusial" bagi New York, "sebuah tempat yang menjadi benteng komunitas Yahudi terbesar di dunia di luar Israel" sejak akhir abad ke-19.
"Saya mengundang orang-orang Yahudi di New York untuk mempertimbangkan secara positif penentuan tempat baru mereka di Tanah Israel," ujarnya.
Baca Juga: Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Apakah Itu Jadi Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam? 2. Menyebut Mamdani sebagai Pendukung Hamas
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyebut terpilihnya Mamdani sebagai wali kota New York sebagai "kemenangan antisemitisme atas akal sehat," dan menyebut wali kota yang baru terpilih itu sebagai "seorang pendukung Hamas, pembenci Israel, dan seorang antisemit sejati."
3. Memperkuat Hubungan dengan Komunitas Yahudi di New York
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga mengecam Mamdani.
"Pernyataan Mamdani yang provokatif tidak akan menghalangi kami," kata Danon di X, berjanji untuk memperkuat hubungan dengan para pemimpin komunitas Yahudi di New York.
Dalam pernyataannya di radio lokal 103 FM, Danon mengklaim bahwa terpilihnya Mamdani dapat merusak "rasa aman komunitas Yahudi," karena ia bertanggung jawab langsung atas kepolisian.
4. Intifada Akan Makin Mengglobal
Dalam beberapa bulan terakhir, The Jerusalem Post melaporkan bahwa ia telah menyampaikan dalam sebuah pertemuan tertutup bahwa ia akan membatasi penggunaan slogan "Globalisasikan intifada," meskipun ia belum secara terbuka mendesak para pengunjuk rasa untuk berhenti menggunakannya. Dan pada bulan Oktober, ia menulis bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah "melancarkan perang genosida," yang membingkai tindakan Israel dalam konteks moral yang paling ekstrem. Iklan
The Jerusalem Post mengungkapkan kemenangan Mamdani berarti antisemit dapat memenangkan pemilu. "Jika ia menang, ini adalah pesan yang jelas bagi Partai Demokrat: Antisemit dapat memimpin; mereka tidak lagi terpinggirkan. Ini berarti menjadi pendukung boikot Israel – bukan hanya barang-barang Tepi Barat tetapi juga Israel yang berdaulat – adalah hal yang normal," demikian tulis media Yahudi tersebut.
Ini berarti bahwa mengglobalkan intifada, sebagaimana ia menyebutnya, adalah seruan yang relevan untuk menghancurkan satu-satunya negara Yahudi di dunia, sementara puluhan negara Arab dan Muslim sudah ada.
(ahm)