floating-PPATK Ungkap Transaksi...
PPATK Ungkap Transaksi Judi Online Tahun Ini Turun hingga Rp155 Triliun Dibanding 2024
PPATK Ungkap Transaksi...
PPATK Ungkap Transaksi Judi Online Tahun Ini Turun hingga Rp155 Triliun Dibanding 2024
Kamis, 06 November 2025 - 15:32 WIB
JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana menjelaskan penurunan angka transaksi judi online (judol) di Indonesia. Pada tahun ini turun Rp155 triliun lebih rendah dibandingkan pada 2024.

"Saya sampaikan memang terjadi penurunan sangat signifikan. Sekali lagi, saya tegaskan terjadi penurunan sangat signifikan terkait dengan jumlah transaksi judi online. Jika 12 bulan sepanjang tahun 2024, transaksi judi online itu sudah sampai mencapai Rp359 triliun. Per hari ini di tahun 2025, kita berhasil menekan sampai Rp155 triliun, sampai kuartal ketiga di tahun 2025," kata Ivan usai bertemu dengan Menkomdigi, Meutya Hafid di Kantor PPATK, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Menkomdigi: 2,4 Juta Konten dan 2,1 Juta Situs Terkait Judi Online Diblokir

Ivan menambahkan dengan kolaborasi yang sangat kuat dan di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, telah terjadi penurunan sampai 57% transaksi terkait dengan judi online.

Hal tersebut juga terjadi pada penurunan deposito, penurunan deposit terkait dengan judi online. Jika tahun 2024 lalu deposit masyarakat yang bermain judi online itu sampai menyentuh angka Rp51 triliun sepanjang 12 bulan, maka per hari ini deposit hanya mencapai Rp24,9 triliun, atau turun lebih dari 45 persen.

"Ini tentunya berkat kolaborasi kita semua, khususnya Komdigi ini membuktikan bahwa telah terjadi penurunan akses masyarakat sampai 70% terhadap situs-situs judi online. Pemblokiran situs dan segala macam itu sudah dilakukan, termasuk juga terkait dengan pemblokiran rekening-rekening khusus dengan judi online," jelasnya.

Ivan juga mengungkap ada penurunan jumlah pemain judi online yang memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta sebanyak 67,92 persen.

Baca juga: Menko Yusril: Perputaran Uang Judi Online Lebih Besar Dibanding Korupsi

"Kita sudah pernah menyampaikan bahwa 80% pemain judi online itu adalah saudara-saudara kita yang berpenghasilan Rp5 juta atau kurang. Nah saat ini dibandingkan tahun 2024 jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah sudah berkurang 67,92%. Artinya pemain-pemain dengan jumlah penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan itu berkurang sebanyak 67,92%. Secara keseluruhan jumlah pemain judi online per hari ini hingga kuartal 3 kemarin, mohon maaf hingga kuartal 3 kemarin, sudah berkurang 68,32% dibandingkan dengan tahun 2024," ucapnya.

Sementara itu, Menkomdigi, Meutya secara serius memonitor langsung sisi transaksi judi online sudah turun mencapai 70 persen atau nilai transaksi Rp155 triliun sampai dengan kuartal ketiga 2025.

"Hari ini Komdigi datang kepada Kepala PPATK yang memang memonitor langsung dari sisi transaksi apakah betul judi online ini sudah turun. Dan tadi setelah cukup lama, kita satu jam berbicara, beliau memaparkan, kita bertanya cukup detail untuk betul-betul bisa meyakini bahwa kita memang turun, angka-angkanya tadi beliau sebutkan 70%, kemudian angkanya untuk saat ini adalah Rp155 triliun," ujar Meutya.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap