floating-Bahlil Buka Suara Terkait...
Bahlil Buka Suara Terkait Penolakan Rencana Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Bahlil Buka Suara Terkait...
Bahlil Buka Suara Terkait Penolakan Rencana Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Kamis, 06 November 2025 - 18:15 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia buka suara menanggapi adanya penolakan terhadap rencana pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto . Bahlil menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.

Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati jasa para tokoh bangsa, termasuk Soeharto. “Kita harus menghargai jasa para tokoh-tokoh bangsa, ya. Jadi kita biasa saja. Kita tidak bisa melupakan bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Harto selama 32 tahun itu sesuatu yang luar biasa,” kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, Soeharto merupakan sosok sentral dan salah satu pendiri partai yang berperan besar dalam menjaga ideologi Pancasila. Ia juga menyoroti capaian pembangunan pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.

Baca juga: Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Relawan Exponen 08: Jasanya Dirasakan Rakyat

Ia menyebut Soeharto berhasil menekan inflasi, menciptakan lapangan kerja, dan membawa Indonesia mencapai swasembada pangan serta energi. “Pak Harto adalah seorang tokoh, kemudian pemimpin bangsa 32 tahun yang mampu membawa Indonesia dari inflasi yang 100% kemudian inflasinya terjaga, menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar dia.

“Kemudian juga mampu memberikan kontribusi terbaiknya dalam swasembada pangan, swasembada energi, sampai kemudian bangsa kita menjadi Macan Asia di pada saat itu ya, di zaman Orde Baru,” sambung dia.

Meski begitu, Bahlil mengakui setiap pemimpin memiliki kekurangan dan kelebihan. “Kalau kita mau bicara manusia yang sempurna, kesempurnaan itu cuma Allah Subhanahu wa ta’ala. Semua masih ada plus minus. Sudahlah, yang baik kita hargai,” jelas dia.

Baca juga: Akademisi soal Gelar Pahlawan Soeharto: Sudah Pimpin Indonesia Puluhan Tahun dan Banyak yang Dibangun

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan Fadli Zon menyampaikan bahwa ada 24 nama tokoh yang menjadi prioritas mendapat gelar pahlawan nasional. Apakah nama Presiden ke-2 RI Soeharto termasuk prioritas?

Sebagai informasi, Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kebormatan atau GTK telah menerima 49 nama calon pahlawan basional yang diusulkan oleh Kementerian Sosial melalui kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Sembilan dari 49 nama yang diusulkan merupakan nama yang sebelumnya juga pernah diusulkan.

“Ada 40 nama calon pahlawan nasional yang dianggap telah memenuhi syarat dan ada sembilan nama yang merupakan bawaan, carry over, dari yang sebelumnya. Jadi totalnya ada 49 nama," kata Fadli Zon kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Dari hasil penelitian tersebut, lanjut dia, terdapat 24 nama tokoh yang masuk dalam daftar prioritas. Meski begitu, ia belum merinci nama-nama tersebut.

“Dan sekarang tentu karena kita juga mendekati Hari Pahlawan, kita telah menyampaikan ada 24 nama dari 49 itu yang menurut, Dewan GTK memerlukan, telah diseleksi mungkin bisa menjadi prioritas,” ujar dia.

Saat ditanya wartawan apakah nama Soeharto masuk dalam daftar prioritas, Fadli tidak menjawab. Dia hanya mengatakan, Soeharto telah memenuhi syarat, terlebih sudah 3 kali nama Soeharto dusulkan.

“Nanti kita lihatlah ya. Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan ya. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015, semuanya yang sudah memenuhi syarat,” jelas dia.
(rca)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil