JAKARTA - Ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) Madya dan Wira se-Jakarta Pusat menyambut antusias pelatihan literasi digital yang digelar bersama
MNC Peduli dan
MNC University, Minggu (9/11/2025). Wawasan mengenai media social menjadi ruang positif pun menjadi pengetahuan baru bagi mereka.
Untuk mendukung kegiatan ini, MNC University juga menghadirkan langsung Head of marketing Departemen MNC university, Noval Adi Prayitno dan Head of Promotion Department MNC University, M Ali Sodikin untuk menjadi pembicara.
Baca juga: MNC Peduli dan MNC University Ajak Anggota PMR Bijak Bermedia Sosial Acara ini juga berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi tanya jawab, serta workshop dan simulasi kampanye digital bertema 'Aksi Remaja Peduli' yang mengasah kreativitas dan kemampuan komunikasi peserta di dunia maya.
Ketua PMI Kota Jakarta Pusat, Asep Djuanda menjelaskan kegiatan ini merupakan respon dari berkembangnya era digital kekiniaan yang kerap disalahgunakan. Menurutnya literasi digital diperlukan demi menjaga media sosial menjadi ruang yang positif di tengah anak muda.
"Kita berikan pemahaman agar mereka memahami bagaimana seharusnya membedakan antara berita-berita yang benar dan berita-berita yang tidak benar. Sehingga mereka nanti bisa menggunakannya secara bijak," tutur Asep, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Semangat Sumpah Pemuda di Era Digital, MNC University Ajak Generasi Muda untuk Terus Berinovasi Asep mengatakan PMR menjadi salah satu lingkup yang diharapkan bisa memanfaatkan media sosial secara positif. Upaya lewat kelompok yang lebih kecil ini diharapkan bisa membawa dampak lebih besar ke lingkungan lainnya.
"Maka kita mengarahkan dulu bahwa kita mengarahkan terutama di anggota-anggota PMR ya, Palang Merah Remaja kita, agar tidak sampai terjerumus dalam penggunaan media sosial itu," sambungnya.
Ketua Studi Manajemen MNC University, M. Rezki Oktavianoor mengatakan terlibatnya MNC University dan MNC Peduli dalam acara ini tak terlepas bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, gen Z sebagai pemakai media sosial terbanyak harus diikuti tanggung jawab atas konten yang dibuat bahkan diakses.
"Kesadaran mereka menggunakan media sosial yang menjadi concern-nya kita. Maka salah satu yang kita hadirkan adalah bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap konten yang dibuat," ungkap dia.
Kegiatan ini juga disambut baik peserta literasi digital yang juga merupakan Anggota PMR Kota Jakarta Pusat, Evanthya Nazifa. Menurut Nazifa, media sosial di tengah kemajuan digital harus bisa dimanfaatkan oleh generasi muda meskipun ada kelemahannya tersendiri.
"Pertama kita harus memperhatikan kata-kata kita bahkan di media sosial, karena tentu saja ada norma-norma di media sosial. Kemudian kita harus mengunggah konten yang positif alih-alih konten negatif, ini untuk lebih bermanfaat bagi banyak orang," ungkap Nazifa.
Dia juga berharap adanya pelatihan literasi digital ini mampu memberikan manfaat langsung kepada generasi muda. Hal ini agar media sosial selalu dimanfaatkan secara positif.
(nnz)