SURABAYA -
Minuman herbal dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Selain bahan baku mudah didapat dan murah, juga lebih aman dibandingkan obat-obatan kimia. Karena itulah, dua dosen dari Jawa Timur melakukan
pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang minuman herbal.
Keduanya yakni Dina Anggraeni Susesti dari prodi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Eny Dyah Yuniwati Guru Besar Pertanian Universitas Wisnuwardhana, Malang yang dibantu dua mahasiswa, Melvi Lisdha Sri Wulandhari dan Ade Habibatul Maghfiroh dari Unusa.
Baca juga: 6 Ramuan Ajaib di Musim Hujan, Mampu Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bukan sekadar herbal, namun minuman berupa ini bisa untuk pencegahan berbagai macam penyakit seperti kolesterol, diabet, asam urat dan teh diet.
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Minuman Herbal Dina Ampuh Kreasi Ekonomi Kreatif Ibu-Ibu RW 02, Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambak Sari Surabaya" itu dengan sasaran utama ibu rumah tangga di lokasi tersebut yang berjumlah sekitar 20 orang di bawah pimpinan Anwar Haryono.
Ketua Tim Pengabdian dan Dosen Pengusul, Dina Anggraeni mengatakan kegiatan utama dari PKM ini meliputi pelatihan produksi minuman herbal berbahan alami, pengemasan, pemasaran digital, pendampingan manajemen usaha, serta pengurusan legalitas usaha seperti izin PIRT dan sertifikasi halal.
Baca juga: Resep Minuman Herbal Bawang Putih Tunggal untuk Menormalkan Tekanan Darah usai Lebaran "Program ini bertujuan meningkatkan perekonomian ibu-ibu rumah tangga serta mengembangkan usaha industri jamu herbal berbasis lokal," ujar Dina, Minggu (9/11/2025).
Diakui Dina, minuman herbal menjadi salah satu produk yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. "Karena di daerah, bahan baku cukup melimpah dan mudah ditemui, bahkan harganya yang juga murah," ujar Dina.
Selain itu, permintaan akan minuman herbal semakin meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga daya tahan tubuh di tengah perubahan iklim dan tantangan kesehatan global.
Pelatihan pembuatan minuman herbal instan yang diberikan kepada masyarakat dapat meningkatkan keterampilan teknis dan kreativitas para peserta sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih variatif, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Hal ini tentunya berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga serta membuka peluang usaha baru yang dapat berkembang menjadi usaha mikro dan kecil yang mandiri. "Karena para ibu yang awalnya tidak berpenghasilan akhirnya bisa memiliki pendapatan sendiri, mereka bisa berwirausaha," tutur Dina.
PKM yang digelar selama Oktober hingga November 2025 itu merupakan hasil dari pendanaan PKM batch 3 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
(shf)