floating-Zionis Merespons Niat...
Zionis Merespons Niat Turki Tangkap Netanyahu: Israel Kuat dan Tak Kenal Takut!
Zionis Merespons Niat...
Zionis Merespons Niat Turki Tangkap Netanyahu: Israel Kuat dan Tak Kenal Takut!
Senin, 10 November 2025 - 10:07 WIB
TEL AVIV - Rezim Zionis mengecam langkah Turki yang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat lainnya atas tuduhan genosida di Gaza. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan tuduhan tersebut akan lebih tepat diterapkan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Ambil surat perintah penangkapan konyol itu dan enyahlah," tulis Katz di X, baik dalam unggahan berbahasa Turki maupun Ibrani.

"Surat perintah penangkapan itu lebih tepat untuk pembantaian yang telah Anda lakukan terhadap Kurdi," tuduh Katz dalam pesan yang ditujukannya kepada Erdogan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk Netanyahu dan 36 Pejabat Israel Lainnya atas Genosida Gaza

"Erdogan hanya akan dapat melihat Gaza melalui teropong," imbuh Katz, sembari menolak usulan bahwa pasukan militer Turki dapat menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian Gaza.

"Israel kuat dan tak kenal takut," papar Katz, sambil membagikan gambar Erdogan yang dihasilkan AI yang sedang memandang Gaza melalui teropong dengan bendera Israel di atas lensanya.

Surat perintah penangkapan dari Turki itu sebenarnya dikeluarkan oleh Kantor Kejaksaan Umum Istanbul. Selain Netanyahu, surat itu menargetkan para pejabat senior Israel lainnya, termasuk Menteri Pertahanan Israel Katz, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, Panglima Militer Letnan Jenderal Eyal Zamir, Komandan Angkatan Laut Israel David Saar Salama.

Kantor Kejaksaan tersebut dalam sebuah pernyataan mengatakan Netanyahu dan 36 pejabat Israel lainnya dapat ditangkap jika berada di wilayah Turki.

“Berdasarkan bukti yang diperoleh, telah ditetapkan bahwa pejabat negara Israel memikul tanggung jawab pidana atas tindakan sistematis kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida yang dilakukan di Gaza,” bunyi pernyataan tersebut.

"Para tersangka tidak dapat ditangkap karena mereka saat ini tidak berada di Turki," lanjut pernyataan kantor kejaksaan.

Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, senang dan menyambut baik keputusan Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan 36 pejabat Zionis lainnya.

“Langkah terpuji ini mencerminkan posisi sejati rakyat dan kepemimpinan Turki dalam menegakkan keadilan, kemanusiaan, dan ikatan persaudaraan yang menyatukan mereka dengan rakyat Palestina kami yang tertindas, yang telah menghadapi dan terus menghadapi salah satu perang genosida paling brutal dalam sejarah modern di tangan para pemimpin pendudukan fasis,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

"Hamas menyerukan kepada pemerintah dan badan peradilan dunia untuk mengeluarkan surat perintah hukum untuk mengejar para pemimpin pendudukan Zionis (Israel) di mana pun mereka berada, dan untuk membawa mereka ke pengadilan guna meminta pertanggungjawaban atas kejahatan mereka terhadap kemanusiaan," lanjut pernyataan Hamas.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Israel telah menewaskan hampir 69.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 lainnya dalam serangan brutal di Gaza sejak Oktober 2023, sebelum serangan tersebut dihentikan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku efektif pada 10 Oktober.

Sementara itu, sumber keamanan Turki mengatakan kepala badan intelijen Turki (MIT), Ibrahim Kalin, telah bertemu dengan kepala tim negosiasi Hamas, Khalil Al-Hayya, pada Rabu pekan lalu, dan mereka membahas langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengimplementasikan fase-fase selanjutnya dari rencana gencatan senjata Gaza.

Menurut sumber tersebut, Kalin bertemu dengan delegasi Hamas di Istanbul, dan bahwa mereka juga membahas langkah-langkah untuk memastikan kelancaran proses gencatan senjata dan mengatasi masalah yang ada.
(mas)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!