floating-Jenderal Israel yang...
Jenderal Israel yang Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina Mencoba Bunuh Diri
Jenderal Israel yang...
Jenderal Israel yang Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina Mencoba Bunuh Diri
Senin, 10 November 2025 - 13:01 WIB
TEL AVIV - Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, mantan jaksa militer Israel yang ditangkap karena membocorkan video penyiksaan tahanan Palestina di penjara Sde Teiman, mencoba bunuh diri di rumahnya.

Dia telah dibebaskan dari penjara ke tahanan rumah pekan lalu. Namun, dia dilarikan ke rumah sakit pada Minggu pagi setelah petugas medis dipanggil ke rumahnya atas apa yang kemudian dipastikan polisi sebagai upaya bunuh diri.

Tomer-Yerushalmi dibebaskan dengan status tahanan rumah selama 10 hari pada hari Jumat, lima hari setelah dia hilang di pantai dan seminggu setelah dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai jaksa militer Israel.

Baca Juga: Israel Tangkap Jenderalnya yang Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina

Dia mengakui telah membocorkan video pengawasan yang menunjukkan pasukan Israel menyiksa seorang tahanan Gaza, Palestina, dengan kejam di fasilitas penahanan Sde Teiman di Israel selatan tahun lalu.

Tomer-Yerushalmi dalam keadaan sadar ketika dia dibawa ke rumah sakit dari rumahnya di Ramat Hasharon, menurut laporan media berbahasa Ibrani, yang dikutip Times of Israel, Senin (10/11/2025).

Dia, menurut laporan tersebut, overdosis pil tidur dalam upaya bunuh diri.

Pusat Medis Tel Aviv Sourasky (Ichilov) mengonfirmasi bahwa mantan pejabat tinggi hukum militer tersebut telah dirawat dan sedang menjalani pemeriksaan.

Pada Minggu malam, Komisaris Polisi Danny Levy mengonfirmasi bahwa Tomer-Yerushalmi telah dirawat di rumah sakit setelah mencoba bunuh diri.

“Hidupnya tidak bahagia,” katanya tentang jenderal perempuan yang dipermalukan itu.

Levy juga merespons tuduhan yang dialamatkan pada Tomer-Yerushalmi, dengan mengatakan: "Jika dia melakukan pelanggaran, ini akan memengaruhi penampilan dan perilaku tentara.”

“Kami mengirim anak-anak kami ke organisasi yang memastikan tidak ada yang membocorkan informasi, dan itulah mengapa kami menyelidikinya,” imbuh dia.

Menurut laporan Ynet, polisi diperkirakan akan meminta pengadilan untuk menerapkan ketentuan tahanan rumah di rumah sakit, dan menuntut agar paspornya disita untuk mencegahnya melarikan diri dari Israel.

Seorang pejabat senior polisi yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Ynet bahwa rawat inap Tomer-Yerushalmi telah meningkatkan kekhawatiran penegak hukum bahwa dia mungkin mencoba menghalangi penyelidikan atas kebocoran video tersebut.

Tomer-Yerushalmi dituduh melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan jabatan, menghalangi proses pengadilan, dan pengungkapan materi yang melanggar hukum atas perannya dalam kebocoran video tersebut.

Dia ditangkap pada 2 November setelah menghilang di lepas pantai Hatzuk, dekat Tel Aviv, selama beberapa jam. Hal ini membuat polisi khawatir dia telah bunuh diri.

Ketika akhirnya ditemukan di dekat Herzliya, petugas penegak hukum tidak dapat menemukan ponselnya. Hal ini membuat mereka menduga bahwa insiden tersebut merupakan upaya rekayasa bunuh diri atau percobaan bunuh diri sambil membuang bukti digital terkait kebocoran video dan upaya penyembunyian selanjutnya.

Aparat penegak hukum dan relawan menghabiskan beberapa hari mencari ponselnya di pesisir pantai Tel Aviv dan lautan, karena menduga ponsel tersebut menyimpan bukti yang memberatkan. Meskipun demikian, Tomer-Yerushalmi dilaporkan terus menyangkal bahwa dia telah merekayasa insiden tersebut dan bersikeras bahwa dia memang berniat mengakhiri hidupnya.

Misi pencarian gagal membuahkan hasil hingga Jumat pagi, ketika, sesaat sebelum Tomer-Yerushalmi dibebaskan menjadi tahanan rumah, ponsel tersebut ditemukan di laut di Pantai Hatzuk, utara Tel Aviv.

Otoritas siber Israel pada Sabtu malam mengonfirmasi bahwa ponsel tersebut memang milik Tomer-Yerushalmi.

Video pengawasan penjara Sde Teiman bocor ke Channel 12 pada Agustus 2024, beberapa hari setelah petugas polisi militer bertopeng menangkap sembilan prajurit cadangan di pangkalan tersebut yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang tahanan Gaza, yang menderita luka parah, termasuk di rektumnya.

Tomer-Yerushalmi, yang mengundurkan diri pekan lalu setelah mengakui membocorkan video tersebut, mengatakan dia melakukannya untuk menangkis kritik publik yang berujung pada massa sayap kanan yang marah atas penahanan para tentara tersebut—termasuk anggota Parlemen koalisi—menyerbu penjara Sde Teiman dan pengadilan militer Beit Lid, tempat para tersangka ditahan.

Lima tentara cadangan didakwa pada Februari, tetapi nasib persidangan mereka belum jelas setelah terungkap pekan lalu bahwa tahanan yang dianiaya tersebut dibebaskan kembali ke Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata-pembebasan sandera 10 Oktober antara Israel dan Hamas.

Tomer-Yerushalmi mengatakan kepada polisi selama seminggu terakhir bahwa dia telah menyembunyikan identitasnya sebagai pembocor, dan bahwa tidak ada seorang pun di luar kantornya yang terlibat dalam kebocoran tersebut atau mengetahui bahwa dia berada di baliknya.
(mas)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah