floating-Buka Paviliun di COP30...
Buka Paviliun di COP30 Brazil, Hanif Faisol: Indonesia Siap Jadi Jembatan Hijau Dunia
Buka Paviliun di COP30...
Buka Paviliun di COP30 Brazil, Hanif Faisol: Indonesia Siap Jadi Jembatan Hijau Dunia
Selasa, 11 November 2025 - 12:27 WIB
JAKARTA - Indonesia membuka paviliun di acara Konferensi Iklim Dunia (COP30) yang berlangsung di Brasil. Paviliun tersebut menjadi panggung utama bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia semua aksi nyata yang telah dilakukan untuk menjaga lingkungan.

Tempat ini dibuka secara resmi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada Senin, 10 November 2025. Tujuannya menjadi jembatan hijau yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara lain, para pengusaha, dan masyarakat global.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan kehadiran paviliun ini adalah bukti komitmen Indonesia tidak hanya bicara, tetapi menunjukkan bukti nyata dalam menjaga bumi sambil membangun ekonomi yang ramah lingkungan.

Baca juga: Utusan Khusus Presiden Resmikan Paviliun Indonesia di COP30 Belém

“Kita tidak hanya hadir untuk bernegosiasi, tetapi untuk menunjukkan Indonesia siap menjadi jembatan hijau dunia,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Selama sekitar dua minggu, Paviliun Indonesia akan menjadi pusat kegiatan yang sangat sibuk. Akan ada lebih dari 50 sesi diskusi dan forum strategis yang menampilkan berbagai keberhasilan Indonesia, seperti menjaga dan merawat hutan yang menjadi paru-paru dunia. Membangun energi bersih dengan berupaya beralih dari energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Bagaimana mengelola dan mengubah sampah melalui inovasi menjadi sesuatu yang lebih berguna serta mewujudkan industri ramah lingkungan dengan mendorong pabrik-pabrik untuk mengurangi polusi. Salah satu acara paling menarik di Paviliun Indonesia adalah forum Seller Meet Buyer atau pertemuan antara penjual dan pembeli kredit karbon.

Baca juga: Indonesia Pimpin Aksi Iklim Global di COP30, Menteri Hanif: Kami Memimpin dengan Tindakan Nyata

Perusahaan atau negara yang berhasil mengurangi polusi misalnya dengan menanam pohon atau menggunakan energi bersih akan mendapatkan sertifikat atau kredit karbon. Kredit ini bisa dijual kepada perusahaan lain yang masih menghasilkan polusi. Uangnya kemudian bisa digunakan untuk mendanai lebih banyak lagi proyek ramah lingkungan. Indonesia memiliki potensi besar di sini. Diperkirakan, pasar karbon ini bisa menghasilkan nilai ekonomi hingga USD7,7 miliar per tahun.

“Pasar karbon bukan sekadar transaksi ekonomi. Ini adalah cara kita menegakkan integritas dan membangun kepercayaan dunia,” ucpanya.

Menteri Hanif menambahkan, kegiatan ini akan membangun citra baik bangsa Indonesia. Dunia akan melihat Indonesia sebagai pemimpin yang serius menangani perubahan iklim. Selain itu membuka peluang ekonomi, membuka lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau.

“Semua upaya ini pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih dan sehat untuk kita tinggali,” katanya.

Paviliun Indonesia di COP30 adalah bukti bahwa menjaga alam dan membangun ekonomi bisa berjalan beriringan. Ini adalah langkah nyata Indonesia untuk masa depan bumi yang lebih baik sesuai dengan tujuan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik