floating-Tim Dosen Universitas...
Tim Dosen Universitas Budi Luhur Luncurkan Aplikasi untuk Selamatkan Seni Tradisi Banten
Tim Dosen Universitas...
Tim Dosen Universitas Budi Luhur Luncurkan Aplikasi untuk Selamatkan Seni Tradisi Banten
Rabu, 12 November 2025 - 21:57 WIB
JAKARTA - Penyelamatan seni tradisi Banten merupakan langkah penting di tengah persimpangan antara tradisi dan gempuran teknologi. Karena itu, tim dosen Universitas Budi Luhur melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berfokus pada revitalisasi seni Tari Golok.

Menurut Ketua Pelaksana PkM Universitas Budi Luhur Anwar Rifai, kegiatan yang menjembatani warisan budaya dan masa depan tersebut berlangsung di Kabupaten Serang, Banten, Senin (10/11/2025). Inovasi utama kegiatan PkM ini adalah menghadirkan aplikasi digital bernama Pusaka Tari Golok, yang dirancang untuk mendokumentasikan, mengajarkan, dan mempromosikan warisan budaya takbenda khas Banten kepada generasi baru. Tim PkM beranggotakan dua dosen Universitas Budi Luhur multidisiplin, yakni Geri Suratno dan Iman Permana. Mahasiswa diikutsertakan secara aktif. Mereka adalah Abdullah Kafabihi, Muhammad Darus Alfahrizi, dan Hidayat Ramadhani Supriyatna.

Anwar menjelaskan urgensi inovasi penyelamatan seni budaya Tari Golok dari gerusan zaman. Tari Golok bukan sekadar rangkaian gerak estetis, melainkan representasi narasi sejarah, kearifan lokal, dan identitas komunal masyarakat Banten. Saat ini keberlanjutannya menghadapi tantangan multidimensional. "Program ini lahir dari identifikasi terhadap masalah yang mendesak di lapangan. Tim kami melihat adanya kesenjangan yang semakin melebar antara kekayaan potensi budaya Tari Golok dengan kapasitas adaptasi para pelakunya," ujar Anwar dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga: 10 Tarian Terpopuler di Muka Bumi

Hasil indentifikasi, masalah utama adalah rendahnya literasi digital di kalangan seniman dan pengelola sanggar. Hal ini terlihat dalam beberapa aspek kritis. Pertama, proses dokumentasi yang masih konvensional dan sporadis, hanya dengan mengandalkan ingatan lisan para senior dan rekaman ponsel seadanya. Tanpa arsip audio-visual yang memadai, detail gerak, filosofi, dan sejarah, Tari Golok berisiko tergerus waktu. Kedua, strategi promosi tidak memanfaatkan platform digital secara optimal, sehingga jangkauan audiens tetap bersifat lokal dan terbatas. "Inilah akar masalah regenerasi. Minimnya inovasi media pembelajaran yang relevan bagi generasi Z dan milenial berkontribusi langsung pada menurunnya minat mereka untuk berpartisipasi," kata Anwar.

Mitra strategis dalan kegiatan PkM ini adalah Padepokan Piksi Terumbu Banten, komunitas seni berlokasi di Kramatwatu, Kabupaten Serang. Padepokan tersebut didirikan pada 2016, saat ini dipimpin Mario Andetti. Padepokan ini mendedikasikan dirinya sebagai garda terdepan pelestarian Tari Golok.

"Tim pelaksana PkM melihat potensi luar biasa pada komunitas tersebut. Mereka memiliki penguasaan teknik dan filosofi tari mendalam serta semangat yang kuat untuk melestarikan budaya lokal. Namun, potensi tersebut terhambat oleh kondisi internal. Analisis awal tim menunjukkan, manajemen komunitas masih berjalan sangat konvensional, bergantung pada komunikasi tatap muka," ujar Anwar.

Meski solid, lanjutnya, tim inti Padepokan Piksi Terumbu yang hanya terdiri dari enam orang ini memiliki kesenjangan kompetensi signifikan di bidang non-artistik. Di antaranya, dalam hal produksi konten digital dan administrasi modern. Dari segi sarana, mereka memiliki pendopo sederhana. Keterbatasan paling signifikan terletak pada perangkat teknologi dan akses internet yang memadai. Kebutuhan mendesak mitra inilah yang menjadi titik temu sempurna bagi solusi yang ditawarkan tim Universitas Budi Luhur.

Tim PkM Universitas Budi Luhur memberikan solusi holistik berupa pelatihan SDM hingga ekosistem digital. Penanggung Jawab Teknis PkM Universitas Budi Luhur Iman Permana menjelaskan, program ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dan mendapatkan dukungan pendanaan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun anggaran 2025.

"Program PISN ini tidak hanya memberikan 'ikan', tetapi juga 'kail' dan 'cara memancing'. Solusinya dirancang secara holistik serta menyentuh dua aspek utama yakni peningkatan kapasitas manusia (sosial kemasyarakatan) dan penyediaan alat bantu (manajemen-pemasaran)," ujar Iman.

Tim pelaksana menggelar serangkaian pelatihan intensif terkait Pelatihan Produksi Konten Digital dan Pelatihan Manajemen Media Sosial. Inovasi inti dari seluruh program ini adalah pengembangan aplikasi digital Pusaka Tari Golok. "Kami merancang aplikasi digital Pusaka Tari Golok sebagai sebuah ekosistem digital. Ini adalah platform seluler berbasis Android, dibuat ringan agar dapat diakses oleh gawai dengan spesifikasi menengah ke bawah," jelasnya.

Tim PkM melakukan pendekatan partisipatif dengan memposisikan mitra sebagai co-creator. Menurut Geri Suratno yang menangani aspek desain dan antarmuka dengan pendekatan Human-Centered Design yang partisipatif, pengembangan aplikasi ini terletak pada metodologinya. "Kami tidak datang dan memberikan produk jadi. Mitra kami dalam hal ini Padepokan Piksi Terumbu Banten kami posisikan sebagai co-creator atau rekan kerja. Proses ini dimulai dengan lokakarya co-design untuk memetakan kebutuhan dan merancang alur pengguna (user flow) bersama-sama," jelas Geri.

Pada fase co-creation, para penari senior berperan sebagai narasumber utama. Tim pelaksana dan mahasiswa bertugas mendigitalisasi pengetahuan lisan mereka menjadi format video tutorial dan narasi teks yang autentik. "Desain antarmuka visualnya pun kami kembangkan berdasarkan masukan mitra agar sesuai dengan identitas budaya Tari Golok," kata Geri.

Peran para mahasiswa sangat krusial dalam proses ini. Abdullah Kafabihi bertugas menyiapkan perangkat keras dokumentasi audio-visual dan mengelola database. Hidayat Ramadhani Supriyatna berfokus pada pengembangan platform digital dan media sosial, sementara Muhammad Darus Alfahrizi bertindak sebagai mentor lapangan yang membantu pembuatan konten dan pendampingan teknis sehari-hari.
(zik)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota