NEW MEXICO - Presiden Claudia Sheinbaum menepis bantuan militer AS di
Meksiko dan memuji hubungan diplomatik dengan negara tetangganya di utara. Presiden keturunan Yahudi pertama di Meksiko itu menegaskan bahwa pemerintahannya
"Ini menegaskan kembali apa yang telah kami sampaikan, bahwa intervensi apa pun oleh Amerika Serikat ditolak, katakanlah begitu, di antara alasan-alasan lainnya," ujarnya, dilansir Anadolu.
Komentar Sheinbaum bermula dari pidato Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pertemuan para menteri luar negeri G7 di Kanada awal pekan ini, di mana ia mengatakan Washington tidak akan mengerahkan pasukan militer ke wilayah Meksiko atau terlibat dalam tindakan "sepihak".
Namun, Rubio berjanji untuk mengirim pasukan militer ke Meksiko, beserta bantuan dan peralatan intelijen, jika Meksiko memintanya.
Baca Juga: AS Tangkap 150 Predator Seks dalam Operasi Dirtbag "(Ada) kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat mengenai isu-isu keamanan, yang menjamin kedaulatan, integritas wilayah kami, serta kolaborasi dan kerja sama tanpa subordinasi," tambah Sheinbaum.
Sheinbaum harus menghadapi krisis ketidakamanan dan kekerasan kejahatan terorganisir yang melanda Meksiko selama satu tahun masa pemerintahannya, serta provokasi dari mitranya dari AS, Presiden Donald Trump.
Sejak awal masa jabatan keduanya pada bulan Januari, Trump telah berusaha memaksa Sheinbaum untuk mengikuti kebijakannya dengan mengancam akan mengenakan tarif pada ekspor Meksiko, sementara sumber-sumber eksternal mengklaim bahwa, atas perintah Trump, AS telah mempertimbangkan tindakan militer terhadap wilayah Meksiko.
Sheinbaum menepis laporan kekerasan di negaranya -- melaporkan penurunan 37% dalam kasus pembunuhan selama tahun pertamanya menjabat sebagai presiden.
Lebih lanjut, tahun lalu, Meksiko telah mengekstradisi lebih dari 50 anggota kartel tingkat tinggi ke AS, sementara angkatan bersenjata Meksiko telah mengerahkan ribuan pasukan ke perbatasan utara untuk menghentikan perdagangan narkoba dan imigrasi ilegal ke AS.
(ahm)