floating-Antisipasi Cuaca Ekstrem,...
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pertamina Perkuat Pengawasan Distribusi Energi dan Aktifkan Satgas Nataru
Antisipasi Cuaca Ekstrem,...
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pertamina Perkuat Pengawasan Distribusi Energi dan Aktifkan Satgas Nataru
Selasa, 18 November 2025 - 08:54 WIB
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) secara intensif memperkuat pengawasan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebagai langkah antisipasi terhadap prediksi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2025. Kesiapsiagaan ini bertujuan memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap terjamin di tengah tantangan geografis dan meteorologis.

"Dengan jangkauan distribusi yang luas dan sebagai negara kepulauan, pola distribusi energi di Indonesia termasuk yang terumit di dunia. Untuk itu, Pertamina perlu mengantisipasi faktor cuaca yang menjadi tantangan bagi pengiriman BBM dan LPG," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam pernyataannya, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga: Pendapatan Pertamina Tahun 2025 Diprediksi Tembus Rp1.127 Triliun, Laba Bersih Rp54 T

Langkah penguatan ini dibarengi dengan pengaktifan Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru), yang berlangsung mulai 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Pembukaan Satgas Nataru dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama jajaran Direksi Pertamina dan Subholding, serta diikuti manajemen Pertamina Group di seluruh Indonesia secara virtual.

Baron menambahkan, selain melakukan monitoring stok energi secara intensif, perseroan juga fokus pada keandalan seluruh sarana transportasi pada berbagai moda, sebagai tulang punggung proses distribusi. Armada transportasi meliputi mobil tangki, kapal laut, hingga pesawat udara disiagakan untuk menembus kondisi jalan yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir, longsor, atau cuaca buruk lainnya.

Komitmen manajemen Pertamina beserta seluruh subholding ditegaskan untuk memastikan pasokan energi berjalan lancar di tengah berbagai situasi. Pertamina terus berupaya meningkatkan keandalan infrastruktur energi guna mendukung ketahanan distribusi nasional.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan semua pihak untuk siaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan peralihan musim meningkatkan potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman siklon tropis dari arah selatan Indonesia.

Hingga akhir Oktober, BMKG mencatat sebanyak 43,8% wilayah Indonesia atau setara 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan. Kondisi ini membawa potensi curah hujan tinggi di atas 150 milimeter per dasarian.

Curah hujan tinggi hingga sangat tinggi ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Di antaranya meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

Baca Juga: Proyeksi Nataru 2026, Kapolri-Menhub Fokus Pengamanan Jalur dan Cuaca Ekstrem

Berdasarkan analisis data BMKG, hujan intensif telah tercatat di beberapa daerah dalam sepekan terakhir, seperti Tampa Padang di Sulawesi Barat dengan 152 mm per hari, Torea (Papua Barat) 135,7 mm, serta Naha di Sulawesi Utara 105,8 mm. Lebih lanjut, BMKG mencatat 45 kejadian bencana cuaca ekstrem pada periode 26 Oktober hingga 1 November 2025, didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan kerusakan bangunan.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, berpendapat, kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu terus ditingkatkan. Hal ini dinilai krusial, terutama di wilayah dengan topografi curam dan daerah aliran sungai yang rentan.

Meskipun potensi hujan meningkat, fenomena suhu maksimum harian yang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah, bahkan mencapai 37°C di Riau dan lebih dari 36°C di beberapa wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara, menunjukkan kondisi atmosfer yang belum stabil. Ketidakstabilan ini membuat potensi cuaca ekstrem dapat muncul sewaktu-waktu.

Pertamina berkomitmen untuk menjaga pasokan energi ke masyarakat. Pertamina akan terus mengupayakan kelancaran pasokan tersebut. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 ataupun melalui media sosial resmi Pertamina.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T