TEL AVIV - Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina Varsen Aghabekian Shahin menyatakan resolusi yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Gaza merupakan "langkah pertama" menuju perdamaian.
Berbicara di Manila, Varsen Aghabekian Shahin menyambut baik adopsi proposal rancangan Amerika Serikat (AS) oleh Dewan Keamanan PBB, yang mendukung rencana pascaperang Presiden Donald Trump untuk wilayah kantong tersebut.
"Resolusi PBB adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang menuju perdamaian. Langkah itu diperlukan karena kita tidak dapat memulai apa pun sebelum gencatan senjata," ungkap kantor berita Reuters mengutip Shahin.
Komentarnya menyusul pujian Otoritas Palestina atas pengesahan resolusi AS tersebut.
Shahin mencatat rencana Trump belum merinci isu-isu seperti jalur menuju negara Palestina, tetapi mengisyaratkan hal tersebut akan dibahas lebih rinci nanti.
"Selama elemen-elemen ini ada, kami senang dengan langkah pertama ini," ujar Shahin.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya berharap dapat menerima semua tawanan yang tersisa "tanpa penundaan", seraya menambahkan rencana Trump untuk Gaza akan mengarah pada normalisasi lebih lanjut dengan Israel dan perluasan Perjanjian Abraham.
Hamas tidak terlalu senang dengan isi resolusi Dewan Keamanan PBB itu karena dianggap tidak mewakili keinginan rakyat Palestina.
Selain itu, Hamas telah menyatakan akan mengembalikan beberapa jenazah terakhir, tetapi proses pemulangannya sulit karena tingkat kerusakan yang terjadi di Gaza dan serangan Israel yang terus berlanjut.
Baca juga: Hamas: Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza Tak Penuhi Tuntutan Rakyat Palestina (sya)