BEKASI - Direktur Pemuda dan Mahasiswa DPP Partai Solidaritas Indonesia (
PSI ) Yuli Zuardi Rais mengajak pemilih pemula di Kota Bekasi melek politik menjelang Pemilu 2029. Dia mengajak pemilih pemula untuk tidak hanya hadir di hari pemungutan suara, tetapi juga aktif terlibat dalam proses demokrasi sehari-hari.
“Gunakan hak pilihmu dengan benar. Jadilah pemilih yang cerdas, bukan pemilih yang mudah dipengaruhi. Masa depan Bekasi ada di tangan kalian,” ujarnya yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan bertajuk "Membangun Generasi Demokratis melalui Pendidikan Demokrasi untuk Masa Depan Bangsa" yang digelar oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda edukasi politik yang digagas oleh Iwan Koswara DPRD Provinsi Jawa Barat dari PSI. Acara berlangsung mulai pukul 16.30 WIB di Aula K.H. Ahmad Dahlan, Perguruan Muhammadiyah Bekasi, dan dihadiri kader muda-mudi IPM dari berbagai sekolah dan komunitas pelajar Muhammadiyah di Kota Bekasi.
Baca juga: Grace Natalie Tegaskan PSI Selalu Pro Jokowi Dalam paparannya, Yuli menekankan bahwa kelompok muda menjadi kekuatan terbesar pada Pemilu 2024. Berdasarkan data KPU, sekitar 55% pemilih nasional berasal dari Gen Z dan Milenial.
Di Kota Bekasi, jumlah pemilih muda diperkirakan mencapai 1,8 juta jiwa, menjadikan Bekasi sebagai salah satu daerah dengan konsentrasi pemuda tertinggi di Jawa Barat. “Pemuda bukan lagi pelengkap. Kalian adalah penentu. Ke arah mana Bekasi dan Indonesia bergerak, itu akan diputuskan oleh suara kalian,” kata Yuli.
Yuli juga mengingatkan pemilih pemula agar lebih berhati-hati di tengah maraknya informasi politik yang tidak terverifikasi. Ia mengatakan bahwa hoaks, manipulasi konten, dan echo chamber media sosial sebagai tantangan serius bagi pemilih muda.
“Hari ini tantangan pemuda bukan sekadar memilih, tapi memilih dengan sadar. Jangan cuma ikut arus. Pastikan informasi yang kalian terima benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski pemuda menjadi kelompok terbesar dalam pemilu, keterlibatan mereka di ruang-ruang pengambilan keputusan masih minim.
Dalam sesi materi, Yuli menyinggung Pemilu 2029 sebagai momentum penting bagi generasi muda. Menurutnya, jumlah pemilih muda akan terus meningkat seiring masuknya lulusan SMA dan mahasiswa baru ke daftar pemilih tetap.
“Di 2029, dominasi pemilih muda akan lebih besar lagi. Bekasi harus jadi contoh bagaimana pemuda bisa memilih dengan rasional, tanpa politik uang dan tanpa tekanan,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, sejak berdiri PSI berkomitmen untuk terus memberi ruang bagi generasi muda. Menurutnya, PSI hadir sebagai partai yang mendorong politik bersih, transparan, dan ramah anak muda.
“PSI selalu membuka pintu bagi anak muda yang ingin terlibat. Politik itu tidak kotor kalau diisi oleh orang yang benar,” kata Yuli.
(rca)