JAKARTA - TNI Angkatan Darat (AD) membantah Mayjen TNI Achmad Adipati menjadi beking salah satu pihak dalam sengketa lahan dengan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 12,
Jusuf Kalla (JK). Achmad Adipati saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
"Tuduhan bahwa yang bersangkutan (Achmad Adipati) membekingi salah satu pihak dalam sengketa lahan tersebut tidaklah benar," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel (inf) Donny Pramono saat dikonfirmasi, Rabu (19/11/2025).
Donny menegaskan TNI AD tetap menjunjung tinggi prinsip netralitas, profesionalitasnya. Dengan demikian TNI AD juga tidak pernah mengarahkan ataupun menugaskan personelnya untuk terlibat dalam urusan yang bukan menjadi kewenangan institusi.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Achmad Adipati, Staf Khusus KSAD yang Hadir saat Proses Eksekusi Lahan JK Donny tak membantah Achmad Adipati memang berada di Makassar, Sulawesi Selatan saat eksekusi lahan JK berlangsung. Meski demikian, kehadirannya di Makassar hanya murni dalam rangka menghadiri rangkaian acara yang bersifat pribadi.
Kegiatan itu berupa lepas sambut Kapolda Sulawesi Selatan bersama rekan-rekan seangkatan Lemhannas, serta pertemuan internal membahas rencana persiapan reuni mantan anggota Denintel Makassar.
Baca juga: Nusron Wahid Ungkap Kejanggalan Sengketa Lahan Jusuf Kalla di Makassar "Seluruh kegiatan tersebut kebetulan berlangsung di kawasan yang lokasinya berdekatan dengan area yang kemudian menjadi perhatian publik," kata Donny.
Donny juga menyebut Achmad Adipati telah memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak berada di dalam lokasi sengketa dan masuk ke area eksekusi lahan. Donny juga menegaskan perwira tinggi berpangkat jenderal bintang dua itu tidak terlibat dalam proses apapun dalam perkara tersebut.
"Kehadirannya di sekitar wilayah tersebut hanya karena tempat acara yang dihadirinya berada tidak jauh dari lokasi," tutup Donny.
(cip)