Ryan Garcia kembali membuat kegaduhan di dunia tinju. Bintang asal California itu resmi mengumumkan bahwa ia akan menantang juara WBC kelas welter, Mario Barrios, pada 21 Februari 2026. Pengumuman disampaikan langsung oleh Garcia lewat sebuah video di media sosial, lengkap dengan momen saat ia menandatangani kontrak pertarungan.
“Saya akan bertarung memperebutkan
sabuk WBC melawan Mario Barrios. 21 Februari. Bersiaplah, saya datang,” ujar Garcia dengan penuh percaya diri.
Garcia (24-2, 20 KO) mencoba bangkit setelah setahun penuh drama. Pada Mei lalu, ia gagal merebut gelar WBA “Regular” setelah kalah angka mutlak dari Rolando Romero. Sebelumnya, duel eksibisi melawan Rukiya Anpo dibatalkan, dan pertarungannya dengan Devin Haney dinyatakan no contest akibat kasus doping.
Kini, Garcia punya peluang besar untuk kembali ke jalur juara dunia. Dan lawannya bukan sembarangan.
Mario Barrios (29-2-2, 18 KO), petinju asal San Antonio, membawa modal dua hasil seri beruntun—terakhir saat menghadapi legenda hidup Manny Pacquiao pada Juli. Sebelum itu, Barrios menahan Abel Ramos hingga 12 ronde penuh setelah sebelumnya merebut sabuk interim dengan mengalahkan Fabian Maidana.
Meski tidak sedang dalam performa paling meyakinkan, Barrios tetap menjadi lawan berat. Postur lebih besar, ketahanan kuat, dan gaya bertarung agresif membuatnya lawan paling berbahaya yang akan dihadapi Garcia di kelas welter sejauh ini.
Garcia masih berada di bawah bendera Golden Boy Promotions, sementara Barrios dikawal Premier Boxing Champions (PBC). Bentrokan dua promotor besar ini menambah daya tarik pertarungan—terutama karena duel lintas “wilayah kekuasaan” seperti ini jarang terjadi tanpa drama negosiasi panjang.
Meski tanggal sudah terkunci, lokasi pertarungan belum diumumkan. Rundown resmi mencakup tempat, tiket, hingga platform siaran diperkirakan dirilis dalam waktu dekat.
Satu hal pasti: pertarungan Garcia vs Barrios bukan sekadar perebutan sabuk WBC. Ini adalah duel pembuktian dua petinju yang sama-sama butuh kemenangan besar—Garcia untuk menyelamatkan karier, Barrios untuk mempertahankan tahtanya.
Dari semua tanda-tanda yang muncul, duel 21 Februari nanti berpotensi menjadi salah satu laga paling panas di kalender tinju awal tahun.
(sto)