floating-Kisah Kesaktian Haji...
Kisah Kesaktian Haji Darip, Jawara Betawi yang Bikin Pasukan Belanda dan Jepang Kocar-kacir
Kisah Kesaktian Haji...
Kisah Kesaktian Haji Darip, Jawara Betawi yang Bikin Pasukan Belanda dan Jepang Kocar-kacir
Jum'at, 21 November 2025 - 14:19 WIB
SOSOK Muhammad Arif atau yang akrab disapa Haji Darip merupakan sosok ulama sekaligus jawara Bekas i yang zaman dahulu sangat disegani di kawasan Klender, Bekasi dan serta sekitarnya. Haji Darip dikenal sebagai ulama yang mempunyai ilmu pencak silat yang mumpuni.

Kesaktiannya bahkan sampai membuat pasukan Belanda dan Jepang kocar-kacir. Dalam perjuangan kemerdekaan, Haji Darip membakar semangat pemuda di kawasan Klender dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam Barisan Rakyat (Bara) yang dipimpin oleh Haji Darip.

Baca juga: Kisah Si Pitung, Jawara Betawi Pembela Rakyat Miskin yang Dibenci Penjajah Belanda

Haji Darip yang kala itu tersohor dan dijuluki Panglima Perang dari Klender terlibat perjuangan merebut kemerdekaan pada masa pendudukan Jepang.

Kala itu tentara Jepang mendarat di Banten pada 1 Maret 1942. Kemudian tentara Jepang memasuki Jakarta. Setelah beberapa bulan tentara Jepang di Jakarta, keadaan rakyat menjadi sulit.

Masyarakat Jakarta mulai kesulitan mendapatkan bahan pokok. Melihat keadaan tersebut, Haji Darip memimpin masyarakat Klender mengumpulkan jawara guna melakukan perlawanan.

Selanjutnya Haji Darip memerintahkan anak buahnya menyerbu serta mengusir tentara Jepang di Cipinang Cempedak, Pangkalan Jati, Pondok Gede, hingga Kali Cipinang. Usai Jepang menyerah, Belanda serta tentara sekutu berusaha menjajah Indonesia kembali.

Baca juga: Kisah Entong Gendut, Pendekar Betawi yang Melawan Penjajah dengan Kelewang

Haji Darip dan pasukan yang tergabung dalam BARA bersiap mempertahankan kemerdekaan Indonesia seperti yang diamanatkan ketika rapat akbar di Klender oleh Soekarno.

Saat itu, Klender berhasil diduduki Belanda hingga akhirnya Haji Darip hijrah ke beberapa tempat dan membentuk Barisan Pejuang Rakyat Indonesia (BPRI).

Haji Darip menyusun strategi melawan Belanda. Ia pun dianggap Belanda sebagai orang yang berbahaya sehingga dirinya dipenjara. Namun pada akhir Desember 1949, Haji Darip dibebaskan.

Jawara Bekasi ini juga dikenal sebagai ulama. Dia sempat pergi ke Mekkah dan Madinah selama dua tahun untuk memperdalam ilmu agama.

Di Mekkah dan Madinah, pria kelahiran Klender 1886 ini banyak bergaul dengan tokoh Islam dari berbagai negara. Tiba di Tanah Air, Haji Darip mengawali perjuangannya dengan berdakwah di musala kecil yang saat ini berubah menjadi Masjid Al Makmur di Klender.

Pada 13 Juni 1981, Haji Darip meninggal dunia. Saat ini, nama Haji Darip diabadikan sebagai nama, yakni Jalan Haji Darip yang sebelumnya dikenal Jalan Bekasi Timur Raya. Jalan ini terletak di sekitar Kelurahan Klender dan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya