floating-Hong Kong dan Korea...
Hong Kong dan Korea Semakin Ramah Wisata Muslim, Fasilitas Halal Kian Lengkap!
Hong Kong dan Korea...
Hong Kong dan Korea Semakin Ramah Wisata Muslim, Fasilitas Halal Kian Lengkap!
Jum'at, 21 November 2025 - 18:26 WIB
JAKARTA - Potensi wisatawan Muslim terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di berbagai belahan dunia. Tren ini mendorong sejumlah negara meningkatkan indikator dan fasilitas pariwisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar Muslim traveler.

Di kawasan Asia, banyak negara kini berlomba memperkuat standar wisata ramah Muslim. Tidak hanya negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC), tetapi juga negara non-OIC seperti Jepang, Hong Kong, Thailand, Taiwan, dan Korea Selatan. Mereka gencar mempromosikan destinasi wisata hingga kuliner autentik halal untuk menarik wisatawan Muslim.

Baca juga: Gelar Travel Fair di Jakarta, Ini 7 Destinasi Wisata Unggulan Arab Saudi 2026

“Negara non-OIC seperti Hong Kong, Thailand, Korea, Taiwan, dan sebagainya, mereka berlomba-lomba menyediakan fasilitas ramah Muslim. Global Muslim Travel Index mereka bahkan tidak rendah, hampir menyamai negara-negara OIC,” ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) ASTINDO, Pauline Suharno, dalam Muslim Travel Fair 2025 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).

Pauline menjelaskan bahwa pada 2023, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di ASEAN memiliki andil besar dalam 70 juta perjalanan wisatawan Muslim di kawasan tersebut. Total pengeluaran Muslim traveler di ASEAN pada 2023 mencapai USD 220 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 274 miliar pada 2026.

Ia menambahkan bahwa negara-negara seperti Hong Kong, Jepang, Taiwan, Korea, hingga China kini semakin memperhatikan standar wisata ramah Muslim. Fasilitas tersebut mencakup hotel dengan bidet, destinasi wisata, hingga kuliner lokal autentik yang halal.

Baca juga: Taiwan Ajak Wisatawan Indonesia Liburan, Sajikan Kuliner Halal hingga Alam Menawan

“Mereka menyediakan daftar restoran halal dan Muslim friendly. Wisatawan kita kalau berkunjung ke suatu negara tentu ingin mencoba makanan lokal. Nah, Hong Kong sudah menyediakan dimsum halal. Mereka juga punya masjid yang dikelola oleh orang Indonesia,” jelas Pauline.

“Penyesuaian konsep Muslim friendly traveler ini tidak hanya soal makanan, tetapi juga akumulasi indikator lain dalam alur perjalanannya,” tambahnya.

Meningkatnya permintaan dari wisatawan Muslim membuat para pelaku bisnis pariwisata ikut beradaptasi. Pauline mengungkapkan bahwa sejumlah negara non-OIC terus mengembangkan produk paket wisata yang disesuaikan dengan kebutuhan para Muslim traveler.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong