TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pembentukan negara Palestina "bukanlah satu pilihan, bahkan sebagai bagian dari upaya mencapai normalisasi dengan Arab Saudi". Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan kanal berbahasa Ibrani Abu Ali Express di Telegram.
Pernyataan Netanyahu muncul di saat dukungan internasional untuk solusi dua negara sedang meningkat.
Pemerintah Israel terus menolak pendekatan ini dan melemahkannya di lapangan melalui perluasan permukiman Yahudi dan penggusuran warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Netanyahu menyatakan, "Negara Palestina tidak ada dalam rencana saya, bahkan dalam konteks upaya normalisasi dengan Arab Saudi."
Ia menambahkan, "Apa yang dikatakan secara publik tidak selalu mencerminkan apa yang terjadi dalam perundingan tertutup", yang menunjukkan kontak politik dengan Arab Saudi terus berlanjut meskipun ada sikap publik.
Dalam konferensi pers bersama dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa malam, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan, "Kami ingin bergabung dengan Perjanjian Abraham (untuk menormalisasi hubungan dengan Israel) dalam sebuah proses yang memastikan solusi dua negara dan perdamaian antara Palestina dan Israel."
Trump sangat ingin mengamankan normalisasi antara Arab Saudi dan Israel, kekuatan penjajah di Palestina, tetapi Riyadh secara konsisten mengaitkan setiap langkah dengan jalur yang jelas menuju pembentukan negara Palestina.
Baca juga: Mengapa Brunei Tidak Mau Bergabung dengan Malaysia? Ini Sejarahnya (sya)