floating-Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Sabtu, 22 November 2025 - 07:49 WIB
SEJARAH jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang melayani Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi atau Jabodetabek sudah berlangsung sejak awal abad 19. Kini setelah 1 abad lebih, KRL jadi transportasi massal andalan bagi masyarakat.

KRL Jabodetabek dari awal memang ditujukan untuk melayani para komuter, yang mampu mengangkut banyak penumpang (massal), cepat (hemat waktu), antimacet (menggunakan jalur khusus/rel), murah, aman dan nyaman.

Baca juga: Sejarah Stasiun Bekasi, Dibangun Hindia Belanda Tahun 1887 untuk Jalur Ekonomi Pulau Jawa

Sejarah KRL dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Pada 1917, rencana pembangunan jalur kereta api Jabodetabek diusulkan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda kala itu, Staatsspoorwegen (SS).

Selanjutnya, pembangunan jalur kereta api pertama kali dimulai dari Tanjung Priok sampai dengan Meester Cornelis (Jatinegara) pada 1923. Pembangunan jalur ini selesai pada 24 Desember 1924.

Sementara, pada 1 Mei 1927, kereta api telah melintas mengelilingi Kota Batavia (Jakarta). Setelah itu, pembangunan tahap selanjutnya pun dilakukan. Jalur kereta api rute Batavia (Jakarta Kota) – Buitenzorg (Bogor) juga dielektrifikasi dan mulai dioperasionalkan pada tahun 1930.

Baca juga: Sejarah Stasiun Bekasi, Dibangun Hindia Belanda Tahun 1887 untuk Jalur Ekonomi Pulau Jawa

Hal ini menandai titik awal kemajuan kereta rel listrik di Indonesia, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Pada tahun 1976, Perum Jawatan Kereta Api (PJKA) memberikan pembaruan dengan mendatangkan sejumlah KRL Rheostatik buatan perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi dan Kawasaki dari Jepang.

KRL itu kemudian beroperasi dan dijalankan sebagai KRL Ekonomi. Kemudian, pada tahun 1986 – 1987 dibuatlah KRL Rheostatik generasi kedua. Di tahun 2000, sistem pengoperasian commuter terpadu di Jabodetabek diterapkan. Ketika itu, pemerintah Indonesia menerima hibah KRL sebanyak 72 unit.

Dari jumlah tersebut, 50 unit gerbong langsung digunakan dan dioperasikan sebagai rangkaian-rangkaian KRL Pakuan yang melayani rute Jakarta – Bogor dan sebaliknya. Sejak itu, KRL menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah dan terus dilakukan pembaruan.

Kemudian pada tahun 2011, KRL Pakuan dan KRL Ekonomi dihapus, dan digantikan dengan KRL Jabodetabek seperti yang beroperasi hingga saat ini. Sistem layanan pun terus ditingkatkan, yakni sejak Juli 2013 juga diberlakukan e-ticketing.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda