JAKARTA -
Bank Indonesia (BI) memastikan masyarakat Indonesia akan semakin mudah bertransaksi tanpa uang tunai di luar negeri. Mulai tahun depan, transaksi menggunakan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (
QRIS ) akan dapat digunakan di dua negara Asia Timur, yaitu
China dan Korea Selatan.
"Awal tahun depan beli dim sum di Beijing bisa, lalu beli Toppoki di Seoul juga bisa," kata Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta (Fili).
Selain dua negara tersebut, BI juga menargetkan penyelesaian proses kerja sama transaksi QRIS dengan India agar bisa terealisasi pada tahun 2026. "Dengan India terus kita kejar supaya iya bisa beli kare di sana," papar Fili.
Baca Juga: 5 Negara Pengguna QRIS, Sistem Pembayaran RI yang Sempat Diprotes AS Namun untuk Arab Saudi, Filianingsih menyebut progresnya masih cukup panjang dan masih dalam tahap negosiasi intensif dengan pihak kerajaan. Fokusnya adalah mengintegrasikan uang elektronik Indonesia ke dalam Nusuk Apps untuk memudahkan pembayaran bagi jemaah umrah dan haji.
Sebelumnya, QRIS telah lebih dulu terintegrasi dan bisa digunakan di beberapa negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Negara terakhir yang telah memperkenankan penggunaan QRIS adalah Jepang melalui sistem JPQR.
Perluasan akseptasi pembayaran digital ini didukung oleh kinerja transaksi yang sangat positif di dalam negeri. Volume Transaksi Pembayaran Digital mencapai 4,45 miliar transaksi pada Oktober 2025, tumbuh 31,20% (year-on-year/yoy).
Baca Juga: Transaksi QRIS Kalahkan Kartu Kredit, Capai 56 Juta Pengguna Transaksi QRIS mengalami pertumbuhan yang paling pesat, mencapai 139,45% (yoy), didorong oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 446,77 juta transaksi atau tumbuh 31,96 persen (yoy), dengan nilai transaksi mencapai Rp1.115,09 triliun pada Oktober 2025.
(akr)