Indonesia kembali mendapat panggung besar di kancah sepak bola dunia. Setelah sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023,
FIFA kini resmi menunjuk Indonesia sebagai salah satu tuan rumah FIFA Series 2026, ajang uji coba internasional yang mempertemukan tim-tim nasional dari berbagai konfederasi dalam format terorganisir.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut kepercayaan ini sebagai momentum emas bagi Timnas Indonesia untuk berkembang dan mengangkat kualitas permainan ke level yang lebih tinggi.
Indonesia Jadi Tuan Rumah, Pintu Menuju Level Lebih Tinggi Terbuka
Penunjukan ini diumumkan FIFA pada Jumat (21/11/2025). Selain Indonesia, tujuh negara lain juga terlibat sebagai tuan rumah: Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Erick Thohir menegaskan bahwa kesempatan ini tak hanya soal prestise, tapi juga peluang nyata untuk mempercepat perkembangan Timnas Indonesia.
“Ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan untuk terus menguji dan menaikkan level Timnas,” ujarnya.
“Dengan menghadapi lawan dari luar Asia secara rutin, pemain akan terbiasa secara mental dan teknis. Ini jalan terjal, tetapi juga peluang membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia.”
Dalam FIFA Series 2026, Indonesia akan menjamu negara-negara peserta dari lima konfederasi di luar Asia, yang akan ditentukan kemudian oleh FIFA.
Apa Itu FIFA Series?
FIFA Series merupakan program dua tahunan yang digagas FIFA untuk memperbanyak pertandingan antarkonfederasi, memberi pengalaman internasional yang lebih kaya bagi tim nasional, membantu negara-negara berkembang mendapatkan lawan berkualitas dari berbagai belahan dunia.
Dalam edisi perdana tahun 2024, tuan rumahnya mencakup Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka—dan format tersebut dinilai sukses.
Melalui FIFA Series, Timnas Indonesia berpeluang menghadapi beragam karakter permainan: fisik kuat ala wakil Afrika, disiplin taktis khas tim Eropa, kreativitas tinggi dari Amerika Selatan, agresivitas dan kecepatan tim CONCACAF, hingga gaya permainan dari Oseania.
Pengalaman lintas benua inilah yang selama ini sulit didapat Indonesia, mengingat mayoritas lawan Garuda berasal dari kawasan Asia.
Erick Thohir tak menutupi rasa bangganya. Menurutnya, kepercayaan FIFA ini menunjukkan bahwa Indonesia kini dianggap mampu menyelenggarakan event sepak bola global secara profesional.
“FIFA melihat antusiasme federasi dan suporter Indonesia yang serius membangun sepak bola dan mampu menjadi tuan rumah event berskala global,” ujar Erick.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Presiden
Prabowo Subianto , yang disebut berperan besar dalam menguatkan posisi Indonesia di percaturan sepak bola internasional.
Erick menambahkan, Presiden FIFA Gianni Infantino dipastikan hadir dalam Kongres AFF 22–23 November 2025 di Bangkok. Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana besar FIFA ASEAN, proyek ambisius yang berpotensi mengubah peta sepak bola Asia Tenggara.
Dengan FIFA Series 2026, Timnas Indonesia akhirnya mendapat jalur resmi untuk menguji diri melawan tim-tim dari berbagai benua. Bagi sepak bola Indonesia yang sedang berusaha naik kelas, ajang ini menjadi laboratorium besar untuk meningkatkan kualitas teknis dan mental pemain, mempercepat adaptasi terhadap gaya permainan global, serta meningkatkan eksposur Indonesia di mata dunia.
Jika dimanfaatkan maksimal, FIFA Series bisa menjadi titik balik penting dalam perjalanan panjang sepak bola nasional menuju level yang lebih tinggi.
(sto)