JAKARTA - Okezone meraih penghargaan Media Peduli Museum dalam ajang Indonesia Museum Awards (IMA) 2025 yang digelar Komunitas Jelajah. Penghargaan tersebut diberikan pada acara puncak IMA 2025 yang berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025).
Indonesia Museum Awards merupakan agenda tahunan yang sejak 2012 digagas Komunitas Jelajah sebagai bentuk apresiasi terhadap museum, tokoh permuseuman, serta institusi yang dinilai berkontribusi dalam pelestarian budaya, kepurbakalaan, dan kesejarahan Indonesia.
Untuk kategori Media Peduli Museum, Dewan Juri yang diketuai Prof. Wiendu Nuryanti bersama jajaran juri seperti Prof. D. Indroyono Soesilo, Samuel Wattimena, Yuliandre Darwis, dan Yadi Hendriana, secara aklamasi menetapkan Okezone sebagai penerima penghargaan tahun ini.
Baca Juga : Usai Terima Piala FFI 2025, Reza Rahadian Dituding Plagiat Film Pendek Videografer Wedding Wakil Pemimpin Redaksi Okezone, Bernadheta Ginting mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan besar bagi tim redaksi untuk terus menghadirkan konten berkualitas yang tidak hanya mengejar viralitas namun untuk terus berkreasi.
Menurut Dheta, ada faktor yang lebih penting dari sekadar views dan engagement. Yaitu bagaimana kontribusi media dalam pelestarian budaya.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi teman-teman redaksi, baik portal maupun digital, untuk terus berkreasi. Selama ini indikator konten menarik biasanya dilihat dari views dan engagement. Ternyata ada yang lebih penting, yaitu bagaimana kami bisa berkontribusi dalam pelestarian budaya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa penghargaan tersebut relevan dengan tantangan media saat ini. Terutama karena publik didominasi generasi Z yang sangat perlu untuk mengenal sejarah dan kekayaan budaya Indonesia.
Baca Juga : Hamil Anak Pertama, Alyssa Daguise Akui Gampang Capek dan Tidur Terus “Di tengah dominasi bonus demografi, penting untuk terus mengenalkan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda,” katanya.
Dheta mengatakan, media perlu terus memperkenalkan sejarah karena kekayaan yang dimiliki Indonesia sangat banyak. Ia pun berharap tidak hanya penghargaan, namun juga adanya kolaborasi yang lebih holistik baik dari penjelajah, pecinta museum, dan juga media.
"Dan tidak hanya berhenti sampai sebuah penghargaan, tapi mungkin perlu kolaborasi yang lebih holistik antara mungkin Komunitas Penjelajah, pecinta museum, dengan media seperti kami," tutup Dheta.
(wur)