JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa pasukan perdamaian Indonesia untuk Gaza akan dipimpin oleh jenderal bintang tiga. Nantinya,
jenderal bintang tiga ini membawahi tiga brigade komposit.
Agus menyampaikan, pasukan pemeliharaan perdamaian masih tahap seleksi untuk saat ini. "Kemudian rencana nanti dipimpin oleh Jenderal Bintang 3. Kemudian di bawahnya ada tiga brigade, tiga brigade komposit," kata Agus usai rapat kerja (raker) tertutup bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Agus mengungkapkan bahwa ketiga brigade komposit itu terdiri dari batalyon kesehatan, batalyon zeni konstruksi, batalyon bantuan, dan bantuan mekanis.
Baca juga: TNI Siapkan 20.000 Prajurit Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza "Kemudian juga ada unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua Kapal Rumah Sakit dari Angkatan Laut lengkap dengan helikopter yang ada di pesawat (kapal) tersebut," pungkas Agus.
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian (peace keeping) ke Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan setibanya di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2025), usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir.
"Saya baru saja tiba dari Mesir, Sharm El-Sheikh, disitu kita kumpul, saya kira banyak tokoh dari banyak negara menyaksikan tanda tangan pokok-pokok persetujuan rencana, gencatan senjata yang nantinya mengarah kepada perdamaian keseluruhan," ujar Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan beberapa negara mediator seperti Amerika Serikat, Turki, Qatar, dan Mesir telah menanyakan kesiapan Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam menjaga perdamaian di Gaza.
"Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan pihak, katakan lah mediator kunci Amerika Serikat, dengan Turki, Qatar, Mesir negara-negara yang langsung berurusan sama Palestina mereka bertanya, bagaimana kesiapan Indonesia, katakan kami siap kalau diminta masukkan penjaga perdamaian pasukan peacekeeping Indonesia siap," katanya.
(rca)