SURABAYA - Tim dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) melakukan program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Ngampungan, Kecamata Bareng, Jombang, Jawa Timur, melalui penerapan teknologi hijau serta digitalisasi bagi kelompok masyarakat ekonomi tidak produktif.
"Program ini mendapat pendanaan dari DPPM Kemenditiksaintek Tahun Anggaran 2025 untuk meningkatkan kapasitas dan manajemen usaha desa wisata," kata Ketua Tim Sayekti Suindyah D yang didampingi Dr. Meithiana Indrasari, Dr. Dian Ferriswara, dan Dr. Zuhdi Ma’sum, dikutip Senin (24/11/2025).
Dia mengatakan, diversifikasi produk bagi Pokdarwis dan UMKM, penerapan teknologi hijau dan digitalisasi bagi Pokdarwis dan UMKM di desa sangat diperlukan.
Baca juga: Gergaji Peluru Tank, Tukang Rongsok Tewas Terkena Ledakan "Kami juga memastikan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan dan pendampingan, tetapi program ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa, dan dapat menciptakan lapangan kerja di Desa Ngampungan, sehingga pendanaan DPPM Kemendiktisaintek ini tidak mubadzir," terangnya.
Sayekti menjelaskan, pelatihan dan pendampingan akan difokuskan pada keberlanjutan usaha dan digitalisasi untuk mendukung kemandirian desa. Program ini juga mengikutsertakan mahasiswa Unitomo dari berbagai program studi yang merupakan implementasi dari mata kuliah magang/KKL.
Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pelatihan dan pendampingan produksi air mineral, kue kembang goyang, digitaliasasi pembukuan dengan aplikasi SIKEDAS, penerapan teknologi hijau, pembuatan konten menarik untuk promosi, dan strategi pemasaran digital yang diberikan untuk Pokdarwis dan Kelompok PKK Desa Ngampungan.
Kepala Desa Ngampungan Rohan mengapresiasi kegiatan ini. Begitu juga ketua Pokdarwis, Ketua PKK dan tokoh masyarakat Desa Ngampungan memberi apresiasi yang sama. "Program ini akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan membuka lowongan kerja," kata kepala desa.
Dengan kolaborasi antara Perguruan Tinggi, Kemendiktisaintek, Pemerintah Desa dan masyarakat desa Ngampungan diharapkan dapat menjadi model desa wisata berdaya saing, dan desa Mandiri yang berkelanjutan yang memadukan kearifan lokal dengan tekonologi dan kewirausahaan desa.
(rca)